Makan Bergizi Gratis di Wonogiri
Ini Sanksi yang Diterima SPPG Jatiroto 1, Usai Temuan Puntung Rokok di Makanan dan Kasus Keracunan
Dalam pesan tersebut, disebutkan bahwa langkah ini diambil untuk proses evaluasi dan perbaikan internal.
Penulis: Erlangga Bima Sakti | Editor: Hanang Yuwono
Ringkasan Berita:
- Operasional SPPG Jatiroto 1 Wonogiri dihentikan sementara mulai Senin (11/5/2026) setelah ditemukan puntung rokok di menu MBG dan ratusan siswa keracunan.
- Kepala SPPG, Richard Heidy Pratama, menyatakan penghentian mengikuti rekomendasi BGN untuk evaluasi dan perbaikan infrastruktur.
- Wabup Imron Rizkyarno mengungkap hasil uji laboratorium: bakteri e-coli dan salmonella terdeteksi pada beberapa menu; penutupan diperkirakan hingga satu bulan.
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Erlangga Bima
TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI – Senin (11/5/2026) menjadi hari yang menegangkan bagi operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jatiroto 1
Satuan layanan yang bertanggung jawab menyediakan makanan bergizi bagi siswa di wilayah Kecamatan Jatiroto ini resmi dihentikan sementara, setelah terungkap adanya puntung rokok dalam menu MBG dan ratusan siswa mengalami keracunan makanan.
Informasi penghentian operasional awalnya tersebar melalui pesan WhatsApp.
Baca juga: Program MBG di Klaten: 125 SPPG Aktif, 57 Masih Proses, Penerima Manfaat Capai 237.000 Orang
Dalam pesan tersebut, disebutkan bahwa langkah ini diambil untuk proses evaluasi dan perbaikan internal.
Kepala SPPG Jatiroto 1, Richard Heidy Pratama, mengonfirmasi kabar ini dan menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang terjadi.
“Iya kita stop dulu untuk operasionalnya mas,” ujar Richard.
Menurut Richard, penghentian sementara dilakukan mengikuti rekomendasi Badan Gizi Nasional (BGN) agar dapur tersebut melakukan evaluasi menyeluruh dan perbaikan infrastruktur.
“Untuk rekomendasinya (dari BGN) kita untuk berbenah dulu dan melakukan evaluasi serta perbaikan infrastruktur,” paparnya.
Baca juga: 30 Mobil Operasional KDMP Diserahkan di Karanganyar, Bupati Ingatkan Soal Penggunaan dan Perawatan
Temuan Bakteri
Tidak lama setelah itu, Wakil Bupati Wonogiri Imron Rizkyarno memberikan keterangan tambahan.
Ia menyebut hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan MBG yang diperiksa Dinas Kesehatan Wonogiri telah keluar, dan menunjukkan adanya kontaminasi bakteri.
“Hasilnya ada temuan e-coli dan salmonella di sampel yang diperiksa,” jelas Wabup.
Menurut Imron, bakteri e-coli ditemukan pada sampel mie goreng, ayam lada hitam, dan oseng teri, sementara salmonella terdeteksi pada mie goreng dan ayam lada hitam.
Wabup juga memprediksi bahwa penutupan operasional SPPG bisa berlangsung hingga satu bulan, tergantung perbaikan yang dilakukan.
Diberitakan sebelumnya, masalah di SPPG Jatiroto 1 muncul beruntun.
Pada Rabu (6/5/2026), ditemukan puntung rokok di dalam menu MBG yang dibagikan di KB Pesido, Desa Pesido.
Keesokan harinya, Kamis (7/5/2026), ratusan siswa SMKN 1 Jatiroto mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi MBG yang sama.
(*)
| Buntut Temuan Puntung Rokok di MBG, SPPG Jatiroto 1 Wonogiri Tutup Sementara |
|
|---|
| Bercampur Makanan, Puntung Rokok Ditemukan di Menu MBG di Wonogiri |
|
|---|
| Bantah 9 Sekolah di Jatiroto Tolak Terima MBG, Disdikbud Wonogiri Sebut Guru Sampaikan Opsi Ini |
|
|---|
| Sekolah di Jatiroto Wonogiri Tolak MBG Karena Keterlambatan Distribusi, Ini Penjelasan SPPG |
|
|---|
| Sejumlah Sekolah di Jatiroto Wonogiri Tolak MBG karena Pengiriman Lewat Jam Sekolah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/update-temuan-rokok-di-mbg-wonogiri.jpg)