Mitos Kidung Lingsir Wengi, Lagu Pemanggil Kuntilanak

Kidung Lingsir Wengi memang dikenal sebagai lagu pemanggil kuntilanak dalam kepercayaan masyarakat kita.

Penulis: Galuh Palupi Swastyastu | Editor: Daryono
kisahasalusul.com
Ilustrasi - Kuntilanak 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Galuh Palupi Swastyastu

TRIBUNSOLO.COM - 'Jin setan kang tak utus, dadyo sebarang, wojo lelayu sebet.'

Cuplikan kalimat dalam kidung Lingsir Wengi ini dalam bahasa Indonesia artinya 'Jin dan setan yang kuperintah, menjadi perantara, ntuk mencabut nyawamu.

Menyeramkan ya?

Kidung Lingsir Wengi memang dikenal sebagai lagu pemanggil kuntilanak dalam kepercayaan masyarakat kita.

Kepercayaan itu berawal dari sebuah film horor Indonesia yang mengangkat cerita tentang kuntilanak.

Namun tahukah Anda bahwa kepercayaan itu hanyalah mitos belaka yang tidak benar adanya.

Kidung Lingsir Wengi sebenarnya merupakan sebuah lagu Jawa yang diciptakan oleh Sunan Kalijaga.

Sunan Kalijaga menciptakan lagu Lingsir Wengi menggunakan pakem Durma, satu dari 11 lagu macapat (lagu khas Jawa).

Pakem Durma biasanya memang harus mencerminkan suasana yang suram, sangar, atau mengerikan.

Karena itulah lirik lagu Lingsir Wengi sedikit menyeramkan.

Tapi lagu Lingsir Wengi sama sekali bukan lagu pemanggil makhluk halus.

Sunan Kalijaga mencipatakan lagu tersebut justru berfungsi sebagai tolak bala dari godaan makhluk halus.

Sunan Kalijaga menggunakan lagu Lingsir Wengi sebagai sarana untuk menyatakan doa kepada Tuhan.

Pada masa Sunan Kalijaga, lagu Lingsir Wengi justru dipakai para ibu untukn menidurkan bayinya juga sebagai doa agar anaknya dijauhkan dari gangguan makhluk halus

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved