Apa Itu Makanan Balung Kethek alias Tulang Monyet? Ini Penjelasannya
Balthek dapat dibeli di night market Ngarsopuro tiap Sabtu malam, dan Minggu pagi di car free day di Sriwedari Utara, serta di toko oleh-oleh di Solo.
Penulis: Imam Saputro | Editor: Junianto Setyadi
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Imam Saputro
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Renyah gurih, sensasi itu yang bakal pertama kali terasa lidah ketika menikmati salah satu camilan khas Solo, balung kethek.
Balung kethek adalah bahasa Jawa yang artinya tulang monyet, sebenarnya istilah lain dari keripik singkong.
Entah apa awal mulanya sampai disebut dengan balung kethek.
Konon, disebut balung (tulang) lantaran jika digigit keras seperti tulang, dan bisa bikin kita meringis atau nyengir dan menampakkan gigi seperti kethek atau monyet.
“Orang jawa itu dalam menamakan sesuatu pasti mengacu atau mengumpamakan dengan hal-hal yang dilihat,” kata Heri Priyatmoko, sejarawan muda kota Solo.
Di Solo camilan ini sudah hampir hilang sebenarnya, tak banyak lagi orang yang membikinnya.
Hal inilah yang kemudian menginspirasi Shinta Juniarti untuk membuat balung kethek dengan kreasi kekinian.
Dahulu balung kethek biasanya dibuat dari sisa-sisa rebusan ketela, kini diseriusi wanita 24 tahun ini.
Balung kethek yang dahulu keras dan hanya berasa manis, kini dirubah wujudnya menjadi camilan yang beraneka rasa.
Shinta mengandalkan pemilihan bahan baku agar balthek (singkatan dari balung kethek) buatannya bisa lebih empuk, dan gurih meski tanpa bumbu.
Dipilihlah singkong mentega untuk bahan bakunya.
Singkong yang khusus didatangkan dari Boyolali, Jateng, ini terbukti bisa menjadikan baltheknya lebih empuk dan lebih gurih.
Ada beberapa vrian rasa balthek buatan Shinta ini, yaitu rasa jagung manis yang menjadi best seller, rasa balado, rasa ayam bakar, rasa gurih, rasa pedas, rasa keju dan rasa manis dan pedas sebagai rasa asli dari balthek.
Semua diikemas dalam kemasan tabung seberat 100 gr dengan harga Rp 10.000, kemasan bantal 130 gr seharga Rp 11.000, dan yang paling besar Rp 13.000 dalam kemasan standing 150gr .
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/balung-kethek_20160519_135708.jpg)