Petinju Legendaris Muhammad Ali Wafat
20 Fakta Seputar Muhammad Ali dan Kesannya Terhadap Indonesia
Aksi di ring yang menawan, sikap eksentrik, dan pernyataan-pernyataan kontroversialnya menjadikan Ali sebagai salah satu ikon tinju sepanjang masa.
Penulis: Hanang Yuwono | Editor: Hanang Yuwono
20. Ali yang masa keemasannya sudah lewat, pada 11 Desember 1981 kembali ke ring tinju untuk melawan Trvor Berbick, di mana dia tampil bagus meski kalah.
Selanjutnya ia memutuskan pensiun 100 persen dari dunia tinju.
Muhammad Ali dan Kesannya pada Indonesia

Kunjungan kedua Muhammad Ali (dua dari kiri) ke Indonesia pada 1996, setelah 1973. Petinju legendaris itu bertemu dengan Menteri Penerangan harmoko (dua dari kanan)
Wikipedia
Petinju legendaris ini tercatat dalam sejarah pernah menginjakkan kaki di Indonesia pada tahun 1973.
Tercatat pada tanggal 20 Oktober 1973, Muhammad Ali membuat tidak berdaya petinju Rudi Lubbers dalam pertandingan tinju kelas berat yang digelar di Istora Senayan, Jakarta.
Ali juga memberikan kesannya perihal Indonesia, di mana dia menganggap Indonesia adalah negara yang unik, di mana penduduknya sangat bersahabat, dan selalu tersenyum kepada siapapun.
Pascapensiun, Ali pernah berkunjung di Indonesia tepatnya di era Presiden Soeharto pada 23 Oktober 1996.
Dalam kunjungan ini, Ali sempat bertemu dengan para pejabat tinggi di Era Soeharto. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/muhammad-ali_20160604_135740.jpg)
