Finalis Mawapres Tingkat Nasional Ini Pernah Tak Lolos Seleksi Mawapres di UMS
Nanda mengaku untuk menjadi Mawapres memang harus dipersiapkan sejak awal.
Penulis: Imam Saputro | Editor: Junianto Setyadi
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Imam Saputro
TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Ketekunan menjadi kunci Nanda Khoirunisa, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) bisa menjadi Finalis Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) tingkat nasional tahun 2016.
Nanda mengaku untuk menjadi Mawapres memang harus dipersiapkan sejak awal.
"Sejak semester dua, saya sudah mulai mempersiapkan diri untuk menjadi Mawapres, dosen pembimbing saya juga membimbing saya terus," terang Nanda, Kamis (30/6/2016).
Di tahun 2015 kemarin, Nanda pun memberanikan diri untuk mengikuti Mawapres tingkat FKIP UMS di Pabelan, Kartasura, Sukoharjo, Jateng.
Namun pada kesempatan tersebut Nanda harus menelan pil pahit lantaran ia tidak lolos.
Tetapi Nanda tak putus asa, dan di tahun 2016 ini ia mencoba lagi untuk mengikuti seleksi Mawapres FKIP UMS.
" Alhamdulilah di tahun 2016 ini saya terpilih menjadi Mawapres FKIP UMS," katanya.
Setelah terpilih menjadi Mawapres FKIP UMS, akhirnya Nanda pun mengikuti seleksi Mawapres tingkat UMS.
Nanda berhasil menyabet gelar Mawapres UMS 2016.
Setelah menjadi Mawapres UMS, Nanda pun mengikuti seleksi Mawapres tingkat Kopertis Wilayah VI.
Dalam kesempatan tersebut, Nanda harus bertarung dengan berbagai mahasiswa dari 20 PTS di Jawa Tengah, dan menyabet juara tiga.
Dalam seleksi Mawapres tingkat Nasional, dari Kopertis wilayah VI mengirimkan Mawapres juara satu hingga empat.
Empat besar Mawapres tingkat Kopertis wilayah VI ini berasal dari Unisula, Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), UMS dan Universitas PGRI Semarang.
Setelah seleksi berkas di Dikti dari seluruh peserta yang jumlahnya 108 Mawapres dari berbagai PTS dan PTN di seluruh Indonesia, diambil 16 finalis Mawapres Tingkat Nasional tahun 2016 untuk program sarjana.
"Dan dari 16 nama tersebut, saya masuk di dalamnya," kata Nanda.
Adapun jadwal seleksi Mawapres tingkat Nasional tahun 2016 pada 18 Juli mendatang, di Yogyakarta.
Sedangkan karya ilmiah yang diangkat Nanda berjudul Ekstrakurikuler Mitigasi Bencana di Sekolah.
“Semoga besok bisa memberikan yang terbaik untuk UMS dan Jawa Tengah,” tuturnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/nanda-k_20160702_110516.jpg)