Kemarau di Solo Raya
Petani Karanganyar Diimbau Tak Panik Hadapi El Nino, Wajib Terapkan Pola Budidaya Hemat Air
Sebagai langkah antisipasi menghadapi fenomena El Nino dan musim kemarau, petani diminta mulai menerapkan pola budidaya hemat air.
Penulis: Mardon Widiyanto | Editor: Vincentius Jyestha Candraditya
Ringkasan Berita:
- BMKG prediksi kemarau 2026 datang lebih awal akibat El Nino.
- Petani Karanganyar diminta tetap tenang karena prediksi bisa berubah.
- Kunci hadapi kemarau: disiplin waktu tanam, hemat air, dan gunakan benih tahan kering.
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto
TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR – Menghadapi musim kemarau yang diprediksi datang lebih awal, petani di Kabupaten Karanganyar diminta lebih disiplin dalam mengatur waktu tanam, mulai dari pengolahan lahan, penghematan air, hingga masa panen agar produksi tetap terjaga.
Hal ini tak lain karena Fenomena El Nino yang memicu perubahan pola cuaca menjadi perhatian serius di sektor pertanian.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau 2026 akan datang lebih cepat di sebagian besar wilayah Indonesia, termasuk Karanganyar.
Baca juga: Dampak El Nino di Karanganyar : Petani Padi Merugi, Hortikultura Justru Untung
Menanggapi hal tersebut, Plt. Kepala Dinas Pertanian Karanganyar, Feriana Dwi Kurniawati, meminta petani tetap tenang dan tidak panik menghadapi prediksi tersebut.
"Jadi untuk mengantisipasi el nino, kita sampaikan ke petani, untuk tetap bersabar menghadapi berita ini, karena prediksi bisa berubah, tergantung iklim dan cuaca," kata Feriana, Rabu (22/4/2026).
Ia menegaskan, kondisi cuaca masih sangat dinamis sehingga petani tidak perlu terburu-buru mengambil keputusan yang berlebihan.
Langkah Antisipasi Ini Wajib Dilakukan
Sebagai langkah antisipasi, petani diminta mulai menerapkan pola budidaya hemat air.
Pengelolaan air menjadi faktor penting agar tanaman tetap tumbuh optimal di tengah potensi berkurangnya curah hujan.
Selain itu, penggunaan teknik irigasi yang efisien juga dianjurkan.
Baca juga: Hadapi El Nino 2026, Petani Karanganyar Dianjurkan Gunakan Benih Padi Genjah
Petani disarankan memilih benih padi berumur genjah atau tanaman yang cepat panen seperti M70D dan Cakrabuana yang dinilai lebih adaptif terhadap perubahan cuaca.
Feriana kembali menekankan pentingnya kedisiplinan dalam seluruh tahapan tanam sebagai kunci menjaga produktivitas.
"Petani harus menghemat air, budidaya hemat air, bisa pengairan macam-macam, padi kalau kebanyakan air justru tidak bagus juga , tapi harus diatur airnya sehemat mungkin, serta menggunakan benih yang tahan kekeringan dan berumur genjah," ungkap dia.
Dengan langkah tersebut, diharapkan produksi pertanian tetap stabil meski dihadapkan pada perubahan iklim yang tidak menentu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Petani-sedang-menanam-padi-di-lahan-sawah-wilayah-Kecamatan-Jogonala.jpg)