Ribuan Pelayat Antarkan Istri Gus Mus ke Peristirahatan Terakhir

Lantunan takbir mengiringi jenazah istri KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus), Nyai Siti Fatmah (66)

Tayang:
Editor: Daryono
TRIBUNJATENG/MAMDUKH ADI PRIYANTO
Ribuan Pelayat Berebut Mengangkat dan Mengantar Jenazah Istri Gus Mus ke Permakaman di Rembang, Jumat 1 Juli 2016 

TRIBUNSOLO.COM, REMBANG -- Lantunan takbir mengiringi jenazah istri KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus), Nyai Siti Fatmah (66).

Jenazah diberangkatkan dari rumah duka di Leteh, Rembang menuju komplek pemakaman umum Desa Kabongan Kidul, Kecamatan Rembang, sekitar pukul 13.30, Jumat (1/7).

Almarhumah dimakamkam bersebelahan dengan pusara KH Bisri Mustofa dan Nyai Hajah Marufah, yang merupakan orangtua Gus Mus.

Di komplek makam tersebut juga terdapat makam para kiai, semisal Kiai Ahmad Cholil Harun, Kiai Chamzawi, Kiai Bisri Mustofa, Suyuti Cholil, serta M Cholil Bisri, Adib Bisri, Umar Faruq, dan Faridah.

Jenazah diberangkatkan dari rumah duka di kediaman Gus Mus, komplek Pesantren Raudlatut Thalibin, Jalan KH Bisri Mustofa Nomor 4, oleh KH Muadz Thohir.

Sebelumnya, KH Yahya Cholil Staquf atau akrab disapa Gus Yahya, yang merupakan keponakan Gus Mus atau putra dari kakaknya, almarhum KH M Cholil Bisri, memberikan ucapan pengantar selama lima menit.

Ribuan orang yang terdiri atas para ulama, keluarga, kerabat, santri, dan masyarakat turut serta mengantar pemberangkatan jenazah ibu kelahiran 20 Maret 1950 itu.

Tampak Gus Mus serta anak, menantu, dan cucunya melepaskan jenazah almarhumah.

Beberapa rekan Gus Mus yang melayat, antara lain budayawan Prie GS, dan istri mendiang Gus Dur, Sinta Nuriyah beserta para putrinya.

"Kalau tanpa sang istri, Gus Mus bukanlah siapa-siapa saat ini. Peranannya sangat penting untuk mendorong karir Gus Mus," kata Prie GS.

Menurutnya, Gus Mus sempat bercerita tentang keadaan istrinya ketika ajal menjemput.

"Gus Mus bercerita, istrinya diambil dengan cepat dan tenang. Ia bercerita dengan tersenyum, sangat rapat sekali ia menyembunyikan kegundahannya," ujar Prie GS.

Sementara, menantu Gus Mus, Ulil Abshar Abdalla mengaku ikut kehilangan sosok mertua yang juga layaknya sebagai orang tua sendiri.

"Merupakan sosok yang luar biasa bagi menantu, anak, dan cucunya," ujarnya.

Menurutnya, selama ini, sosoknya juga menjadi tulang punggung kegiatan Gus Mus selama ini.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved