Pria 60 Tahun Asal Lamongan Ini Keliling Indonesia Selama 28 Tahun
Hambali tiba di Merauke pada tanggal 10 Oktober 1988 dan di Sabang pada 25 September 2003.
Hambali memulai petualangannya sejak 5 Januari 1988 dari kampung halamannya di Lamongan.
Cita-citanya sederhana, ingin melihat dan merasakan Indonesia yang sesungguhnya.
Hambali memang menyenangi dunia petualangan dan mendaki gunung.
"Saya mencintai Indonesia, alamnya begitu kaya, dan saya akan merasa sangat rugi jika hanya tinggal diam di rumah," cerita Hambali.
Yang membuat kagum dari pria sederhana ini adalah sebuah buku tulis yang dia bawa kemana pun dia pergi.
Buku album besar itu berisi rekaman seluruh perjalanan petualangannya ke ribuan tempat di Indonesia.
Setiap mengunjungi satu lokasi, Hambali selalu mendatangi pemerintah setempat, entah itu kepala desa, kantor polisi, kantor tentara atau siapapun yang dianggapnya berkompoten membubuhi tanda tangan dan cap di bukunya.
"Saya sengaja mengejar tanda tangan dan cap itu, sebagai bukti bahwa saya memang sudah mengunjungi daerah itu, tanda tangan dan cap ini tidak bisa berbohong," ujarnya sambil membolak-balik ratusan lembar buku yang juga sudah lusuh itu.
Rute petualangan Hambali tidak runut.
Dia pergi ke mana saja yang bisa dia jangkau dengan uang yang didapatnya selama bekerja di suatu tempat.
Hambali tiba di Merauke pada tanggal 10 Oktober 1988 dan di Sabang pada 25 September 2003.
Dia juga telah mengunjungi pulau Marore, salah satu pulau terluar yang berbatasan dengan Filipina pada 26 Agustus 1989.
Semua kunjungan itu tercatat di bukunya lengkap dengan tanda tangan dan cap pemerintah setempat.
Yang menyenangkan baginya adalah saat yang membubuhkan tanda tangan ikut pula menuliskan pesan dan kesannya.
Hambali bahkan telah berkelana hingga ke Asmat, Agas, Timika, Manado, hutan Kalimantan, berbagai kawasan konservasi, hingga ke Flores. Seluruh provinsi di Indonesia sudah didatanginya, dan terus akan dijelajahinya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/henry-hambali-keliling-indonesia-28-tahun_20160725_104145.jpg)