Pria 60 Tahun Asal Lamongan Ini Keliling Indonesia Selama 28 Tahun
Hambali tiba di Merauke pada tanggal 10 Oktober 1988 dan di Sabang pada 25 September 2003.
"Saya tak tahu kapan saya akan berhenti berjalan, saya hanya tahu Indonesia sangat indah dan akan terus dirindukan untuk didatangi," katanya dengan mantap.
Menurut pria yang sudah bercerai dengan istrinya 20 tahun lalu ini, Indonesia adalah rumahnya.
Dia bisa tinggal di mana saja di seluruh jazirah Nusantara, dan merasa nyaman.
Tak terhitung lagi berapa banyak orang yang dia temui selama 28 tahun petualangannya.
"Semuanya baik, semua orang Indonesia baik, di setiap tempat, saya selalu diterima dan saya tak pernah khawatir, ada saja orang yang mau membantu, walau itu sekadar menyediakan makan siang," cerita Hambali.
Tak jarang dalam petualangannya dia harus beristirahat sekian lama karena didera sakit.
Salah satunya saat dia mengunjungi Sangihe di Sulawesi Utara.
Kala itu dia harus terbaring sakit dan tak berdaya.
"Saya pergi ke Puskesmas Kumu untuk berobat, petugas di sana meminta saya untuk rawat inap di puskesmas, saya tidak punya uang membayar biaya pengobatan namun tak disangka mereka baik dan menggratiskan semuanya hingga saya sembuh," kisah Hambali.
Saat berada di Minahasa Utara, Hambali malah pernah menjadi pekerja tambang.
Dia ikut satu kelompok penambang emas di Tatelu.
Di sana dia belajar bagaimana kerasnya kehidupan para petambang.
Sebulan dia bekerja, dapat penghasilan lalu dia melanjutkan perjalanan ke Bolaang Mongondow hingga Gorontalo dan Sulawesi Tengah.
Dokumentasikan Indonesia
Cita-cita luhur Hambali adalah ingin mendokumentasikan seribu satu kisah yang dia jumpai selama berpetualang ke berbagai penjuru di Indonesia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/henry-hambali-keliling-indonesia-28-tahun_20160725_104145.jpg)