Pengikut Asal Ogan Ilir Ini Masih Mempercayai Dimas Kanjeng Bisa Gandakan Uang

Hingga tahun ini, Wakidi mengaku sudah mengeluarkan biaya untuk mahar sebanyak Rp 15 juta.

Tayang:
Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
KOMPAS.com/AMRIZA NURSATRIA
Wakidi, pengikut Dimas Kanjeng asal Ogan Ilir Sumsel, menunjukkan foto ia bersama Dimas Kanjeng yang diabadikan di Padepokan di Probolinggo 

“Saat Guru Dimas Kanjeng Taat Pribadi ditangkap, saya masih ada di sana,” tambahnya.

Wakidi tetap menganggap, Taat bukan penipu seperti dituduhkan banyak orang.

Dia percaya, Taat dapat menggandakan uang, seperti yang sering didengarnya langsung setiap kali istigozah.

“Uang itu, seperti dikatakan Dimas Kanjeng saat ini berada di alam gaib. Pada hari Jumat Legi atau sehari sebelum ditangkap, uang itu semestinya akan dimunculkan, sayang pada hari Kamis 22 September keburu ditangkap polisi,” katanya menerawang.

Saat ini, Wakidi masih menunggu pemberitahuan dari Ketua Yayasan Padepokan, Marwah Daud Ibrahim, untuk datang lagi ke Padepokan.

Wakidi meyakini uang sebanyak Rp 50 miliar yang dijanjikan untuk tiap santri sebagai dana sosial kemasyarakatan tetap akan cair.

Sementara itu, Sumarmi (45), istri Wakidi, mengaku tidak mempermasalahkan aktivitas suaminya Wakidi di Padepokan Dimas Kanjeng mesti ditinggal berbulan-bulan.

“Selama tujuannya baik saya tidak apa-apa,” kata ibu empat anak ini. (Kompas.com/Amriza Nursatria)

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved