Enam Hal Ini Menurut Presiden Jokowi Dapat Membangun Karakter Anak-anak

Presiden Joko Widodo meminta seluruh pemangku kepentingan dalam hal pendidikan untuk terus melakukan upaya pembangunan karakter sejak dini.

Penulis: Bayu Ardi Isnanto | Editor: Bayu Ardi Isnanto
TRIBUNNEWS.COM
Presiden Jokowi 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Bayu Ardi Isnanto

TRIBUNSOLO.COM - Presiden Joko Widodo meminta seluruh pemangku kepentingan dalam hal pendidikan untuk terus melakukan upaya pembangunan karakter sejak dini.

Setidaknya ada enam hal yang disampaikan Jokowi dalam keterangan pers melalui Sekretariat Kabinet Republik Indonesia.

Enam hal tersebut, menurutnya wajib dilakukan untuk membentuk karakter anak bangsa.

1. Mewajibkan anak-anak untuk mengikuti pendidikan ekstrakulikuler.

2. Merancang kegiatan sosial kemasyarakatan untuk menumbuhkan, membangun, dan memupuk rasa sosial budaya bagi anak-anak yang saat ini sudah mulai dilupakan.

“Misalnya, mengunjungi panti jompo, supaya anak-anak kita ada rasa sosial. Kemudian bersih-bersih kampung di sekitar sekolah, supaya anak memiliki rasa sosial budaya terhadap lingkungannya,” kata Presiden mencontohkan.

3. Jika di luar negeri ada program overseas experience untuk mengenalkan negara lain kepada anak usia sekolah, maka di Indonesia anak-anak diajak ke provinsi lain untuk mengenal saudara-saudara mereka di provinsi tersebut.

“Ini akan baik untuk kebhinnekaan kita, untuk keragaman kita, dan memperkaya wawasan anak-anak kita bahwa mereka tidak hanya ngerti di kabupatennya atau kotanya masing-masing, ini penting sekali,” kata Presiden seraya mengingatkan, bahwa tujuannya bukan untuk mengajak ke tempat-tempat wisata.

4. Mengingatkan kebhinnekaan melalui lagu Indonesia Raya maupun pembacaan Pancasila setiap harinya di sekolah.

“Sebelum pelajaran, tolong anak-anak kita ini diajak untuk menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, kemudian Pancasila, selalu setiap hari diingatkan itu,” kata Presiden Joko Widodo.

Hal tersebut perlu terus diingatkan karena Indonesia memiliki keragamaan dengan lebih dari 700 suku dan 1.100 lebih bahasa lokal.

“Kebhinnekaan seperti ini yang perlu kita ingatkan kepada anak-anak, sehingga Indonesia Raya, Pancasila itu perlu setiap hari kita ingatkan kepada anak-anak kita,” ujar Presiden menegaskan.

5. Presiden meminta lomba-lomba untuk anak-anak di setiap kecamatan maupun kabupaten/kota digiatkan kembali.

“Mungkin sekarang anak-anak kita yang lebih modern bisa saja lomba membikin video, lomba membikin blog, menulis dalam blog, lomba membikin aplikasi-aplikasi."

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved