Polisi Sudah Sita Rekaman CCTV di TKP Novel Baswedan Disiram Air Keras

Pengamanan yang diberikan berbeda-beda satu sama lain sesuai potensi kerawanan atau serangan yang mungkin terjadi.

Editor: Daryono
Warta Kota/Henry Lopulalan
Petugas Polisi mencari barang bukti di sekitar kediaman Novel Baswedan Jakarta Utara, Selasa (11/4/2017). Penyidik senior KPK Novel Baswedan diserang dengan air keras oleh dua orang tak dikenal seusai menjalankan Salat Subuh di masjid dekat rumahnya. (Warta Kota/henry lopulalan) 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Tak ingin aksi teror kembali terjadi, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berkomitmen meningkatkan pengamanan kepada seluruh pegawainya.

Penyelidik, penyidik, dan penuntut umum KPK dapat pengawalan melekat dari personel Brimob Polri.

"Semua penyelidik, penyidik sampai ke penuntut umum KPK sekarang ditingkatkan pengamanannya," ucap Wakil Pimpinan KPK, Laode M Syarif, di Jakarta, Rabu (12/4).

Menurutnya, apabila diperlukan, rumah penyelidik, penyidik, dan penuntut umum PKP juga akan dijaga serta dipatroli oleh polsek setempat.

Pengamanan yang diberikan berbeda-beda satu sama lain sesuai potensi kerawanan atau serangan yang mungkin terjadi.

"Masalah pengamanan itu sudah dikoordinasikan antara KPK dengan Polri," ujarnya.

Laode M Syarif menambahkan pengamanan tidak hanya bagi mereka yang menangani perkara megakorupsi e-KTP tapi juga kasus-kasus yang lain.

Laode M Syarif menjamin teror yang menimpa penyidik senior KPK, Novel Baswedan, tidak akan mengganggu penanganan kasus di KPK karena setiap pengusutan dilakukan tim bukan orang per orang.

Mengenai penyerangan terhadap Novel seusai menjalankan ibadah Salat Subuh berjamaah di Masjid Al Ihsan, Kelapa Gading, Selasa (11/4) pagi, Laode menyatakan petugas Polri telah menyita rekaman CCTV di tempat kejadian perkara.

Laode juga mengaku belum mengetahui apa motif penyerangan menggunakan air keras tersebut.

"Motif penyerangan apa terus terang kami belum tahu persis. saat ini masih diteliti oleh KPK dan Mabes Polri."

"Kami harap pelaku bisa ditangkap, kalau pelaku sudah ditangkap, motifnya akan jelas," ucap Laode M Syarif.

Dikatakan, tim internal KPK juga sudah memberikan informasi berharga kepada penyidik Polri.

"Tim internal kami ikut memberikan informasi ke Polri."

"Apakah musibah ini berhubungan dengan kasus yang diselidiki KPK? Kami tidak bisa menjawab iya atau tidak karena memang belum tahu."

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved