Pernah Jualan Saat Kuliah, Ini Kiat Ulin Jadi Wisudawan Terbaik IAIN Surakarta
Berasal dari keluarga dengan ekonomi kurang mampu tak menjadi halangan Nur Isnaini Wulan Agustin untuk berprestasi.
Penulis: Imam Saputro | Editor: Galuh Palupi Swastyastu
Ayahnya, Iding, berasal dari Ciamis Jawa Barat, dan Ibunya, Ninik Purwanti, keduanya berprofesi sebagai pedagang.
Iding adalah pedagang kerupuk yang setiap harinya loper ke warung-warung sedangkan Ninik berjualan makanan ringan di SD dekat rumah.
“Saya hanya bermimpi untuk dapat kuliah dengan tidak membebani orang tua, apapun caranya,” katanya
Pasca wisuda, Ulin yang sampai saat ini masih berjualan jilbab, tengah bersiap memburu beasiswa Pascasarjana.
“Ingin melanjutkan studi saya ke Australia untuk mendapatkan M.Sc in TESOL lewat jalur beasiswa yang full funded alias gratis,” jelasnya.
Wanita yang aktif di berbagai organisasi ini juga pernah mengecap pendidikan akademik dan non akademik di Deakin University, Australia dalam Short Course Student Mobility Program 2016 yang diselenggarakan oleh MORA Scholarship Kementerian Agama Republik Indonesia.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/ulin-saat-menjadi-wisudawan-terbaik-iain-surakarta_20170414_174241.jpg)