Viral Penganiayaan di Exit Tol Prambanan

Massa Sweeping Pasca Penganiayaan di Exit Tol Prambanan Klaten Ternyata Bukan dari Kelompok Korban

Polisi menyebut, kelompok yang datang ke lokasi justru berasal dari pihak lain yang tergerak karena alasan solidaritas.

TribunSolo.com/Mardon Widiyanto
VIRAL PENGANIAYAAN - Ilustrasi exit Tol Prambanan di Jogonalan, Klaten. Aksi sweeping yang sempat muncul di sekitar Exit Tol Prambanan, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten, pasca penganiayaan, dipastikan bukan dilakukan oleh kelompok korban. 
Ringkasan Berita:
  • Aksi sweeping di Exit Tol Prambanan bukan dilakukan oleh kelompok korban, melainkan pihak lain karena solidaritas.
  • Sweeping dipicu kabar penganiayaan yang viral di media sosial.
  • Polisi berhasil membubarkan massa, sementara satu korban penganiayaan telah melapor dan kasus masih diselidiki.

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Zharfan Muhana

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Aksi sweeping yang sempat muncul di sekitar Exit Tol Prambanan, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten, dipastikan bukan dilakukan oleh kelompok korban.

Polisi menyebut, kelompok yang datang ke lokasi justru berasal dari pihak lain yang tergerak karena alasan solidaritas.

"Itu bukan bagian dari mereka, dari bagian kelompok yang lain. Tapi karena karena katanya mereka dengan alasan solidaritas, makanya mereka berusaha untuk datang dan alhamdulillah bisa dicegah dengan cepat oleh anggota kepolisian," ujar Kapolres Klaten, AKBP Moh Faruk Rozi, saat dikonfirmasi, Kamis (23/4/2026).

Baca juga: Fakta Terbaru! Korban Penganiayaan di Exit Tol Prambanan Klaten Resmi Lapor ke Polisi

Viral di Media Sosial

Kasus ini mencuat setelah dugaan penganiayaan yang terjadi pada Selasa (21/4/2026) viral di media sosial.

Informasi yang beredar kemudian memicu sekelompok orang untuk datang dan berupaya melakukan sweeping.

Faruk mengatakan pihaknya langsung bergerak setelah menerima laporan dari masyarakat.

KASUS PENGEROYOKAN - Kapolres Klaten, AKBP Moh. Faruk Rozi di halaman Pendopo Pemkab Klaten, Kamis (23/4/2026). Kasus penganiayaan yang viral di media sosial di sekitar Exit Tol Prambanan, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten, menjadi sorotan publik.
KASUS PENGEROYOKAN - Kapolres Klaten, AKBP Moh. Faruk Rozi di halaman Pendopo Pemkab Klaten, Kamis (23/4/2026). Kasus penganiayaan yang viral di media sosial di sekitar Exit Tol Prambanan, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten, menjadi sorotan publik. (TribunSolo.com/Zharfan Muhana)

"Kemarin kita mendapatkan laporan pengaduan dari masyarakat, bahwa ada beberapa orang yang berusaha untuk melakukan sweeping. Dan kita langsung datang ke lokasi dan kita sudah membubarkan," ujar Faruk.

Ia menjelaskan, dugaan penganiayaan terjadi lebih dahulu sebelum muncul rencana sweeping tersebut.

Polisi pun segera melakukan pendekatan persuasif kepada massa di lokasi.

"Jadi memang mereka pada saat kita ke lokasi sudah kita imbau, sudah kita kumpulkan dan sudah kita ajak diskusi juga. Sehingga mereka membubarkan diri dan mereka berkomitmen untuk tidak melakukan tindakan-tindakan yang berpotensi untuk mengganggu ketertiban umum," jelasnya.

Baca juga: Kronologi Penganiayaan di Exit Tol Prambanan Klaten, Bermula Salah Paham hingga Cekcok

Menurut Faruk, aksi sweeping itu dipicu oleh kabar adanya kekerasan yang beredar di masyarakat.

"Ada informasi yang mengatakan bahwa telah terjadi kekerasan, ada juga informasi yang mengatakan bahwa paginya ada kejadian (penganiayaan) di situ," jelasnya.

"Namun demikian kita itu sampai saat ini baru menerima laporan pengaduan terkait yang ini (penganiayaan), yang di siang hari," imbuhnya.

Saat ini, satu korban telah melapor ke Polres Klaten dan diduga mengalami luka akibat benda tumpul. Kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut.

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved