Manusia Tertua dari Sragen Meninggal
Ratusan Warga Desa Cemeng Antar Pemakaman Mbah Gotho, Manusia 146 Tahun di Sragen
Tampak Ketua DPRD Kabupaten Sragen, Bambang Slamekto dan Wakil Bupati Sragen, Dedy Endriyatno juga melayat ke rumah duka.
Penulis: Imam Saputro | Editor: Daryono
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Imam Saputro
TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Ratusan warga Desa Cemeng, Kecamatan Sambungmacan, Sragen mengiringi pemakaman Sodimejo atau lebih dikenal dengan Mbah Gotho manusia berusia 146 tahun, Senin (1/5/2017).
Mbah Gotho meninggal dunia, Minggu (30/4/2017) pukul 17.45 WIB.
Tampak Ketua DPRD Kabupaten Sragen, Bambang Slamekto dan Wakil Bupati Sragen, Dedy Endriyatno juga melayat ke rumah duka.
Mbah Gotho dimakamkan di TPU Panggung, Desa Cemeng, Kecamatan Sambungmacan, Sragen pukul 11.00 WIB.
Baca: Sebelum Meninggal, Manusia Tertua Asal Sragen, Mbah Gotho, Menolak Makan Selama Tujuh Hari
Mbah Gotho sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soehadi Prijonegoro, Sragen.
Namun Mbah Gotho memaksa pulang pada Senin, 18 April 2017.
Ia kemudian dirawat di rumah cucunya, Suryanto.
"Habis dari rumah sakit, simbah masih mau minum, makan sedikit-sedikit, namun tujuh hari terakhir simbah sudah nggak mau makan, " ujar Suryanto.
Baca: Ini Wasiat Mbah Gotho, Manusia Tertua Asal Sragen, ke Anak Cucunya Sebelum Meninggal
Mbah Gotho meninggal dunia di rumah cucunya, di Dukuh Segeran RT 018/RW 008, Desa Cemeng, Kecamatan Sambungmacan, Sragen.
Suryanto juga mengungkapkan kakeknya berpesan ke anak cucunya untuk mengikhlaskannya.
"Simbah pesen, kalau nanti beliau diambil, anak cucunya harus mengikhlaskan kepergiannya, " katanya.
" Sudah itu saja, tidak ada firasat lain atau apa, " kata Suryanto.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/gotho_20170501_122748.jpg)