Kasus Bom Kampung Melayu Jakarta

Begini Dugaan Kapolri tentang Alasan Pelaku Bom Bunuh Diri Pilih Kampung Melayu

Kelompok teroris "memusuhi" polisi karena banyak rekannya yang ditangkap hingga ditembak mati oleh Densus 88.

Tayang:
Editor: Junianto Setyadi
KOMPAS.com/Andri Donnal Putera
Kondisi lokasi bom di sekitar Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, Kamis (25/5/2017). 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Kepala Polri (Kapolri) Jenderal Pol Tito Karnavian mengatakan, pelaku teror bom bukannya sengaja mengincar Kampung Melayu sebagai lokasi ledakan.

Mereka memanfaatkan momentum keramaian pawai obor di mana puluhan polisi berjaga di sekitar lokasi.

Tito mengatakan, incaran utama mereka justru anggota Polri yang sedang bertugas.

"Bukan tempat yang masalah, tapi calon korban yang jadi masalah," ujar Tito dalam acara Rosi bertajuk #KapolriDiRosi di KompasTV, Jumat (26/5/2017) malam.

"Karena ada kumpulan polisi di situ yang melakukan pengamanan." katanya menambahkan.

Tito menilai, ada dua hal yang kemungkinan dilakukan pelaku teror bom.

Pertama, mereka melihat adanya kesempatan melakukan aksi, begitu melihat sekumpulan polisi di Kampung Melayu, Jakarta Timur.

Kemungkinan kedua, mereka sudah mengamati dan survei soal rencana kegiatan pengamanan tersebut sebelumnya.

Tito menganggap, polisi kerap jadi sasaran utama kelompok teror belakangan ini.

Ia mencontohkan kasus bom di Taman Pandawa, Cicendo, Bandung, beberapa waktu lalu.

Teroris pun berencana meledakkan bom di Polda Jawa Barat dan beberapa Polres dan Polsek di Bandung.

"Bagi mereka, kita adalah antek thoghut dan yang harus dimusnahkan," kata Tito.

Kelompok teroris "memusuhi" polisi karena banyak rekannya yang ditangkap hingga ditembak mati oleh Densus 88.

Menurut Tito, hal itu merupakan tugas Polri dalam menjaga keamanan masyarakat.

Tito berduka sedalam-dalamnya atas gugurnya tiga polisi dalam peristiwa pengeboman di Kampung Melayu.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved