Penangkapan Terduga Teroris di Solo Raya
Pemilik Laundry di Cemani, Sukoharjo,Tak Menyangka Pekerjanya Diduga Terlibat Terorisme
Pemilik usaha laundry House Of Laundry, Adetia alias Tia (31), tak menyangka salah seorang karyawannya terlibat dugaan aksi terorisme.
Penulis: Facundo Crysnha Pradipha | Editor: Daryono
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Chrysnha Pradipha
TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Pemilik usaha laundry House Of Laundry, Ayudetia alias Tia (31), tak menyangka salah seorang karyawannya terlibat dugaan aksi terorisme.
Tia pun kaget saat tempat usahanya digeledah puluhan polisi berseragam lengkap pada Senin (29/5/2017) siang.
Hal itu diungkapkannya saat ditemui wartawan usai penggeledahan.
Adapun penggeledahan dilakukan sebagai tindak lanjut penangkapan terduga teroris berinisial Wah pada Senin dini hari di jalan kampung di Desa Bugel, Kecamatan Polokarto, Sukoharjo.
Baca: REALTIME NEWS - Usaha Laundry Tempat Kerja Terduga Teroris di Cemani, Sukoharjo, Digeledah Densus 88
Wah bekerja sebagai karyawan penjaga laundry House Of Laundry.
Tia mengaku, Wah adalah pekerja jujur dan rajin salat.
"Saat azan berbunyi, toko langsung ditutup, langsung (pergi) salat di masjid," katanya.
Wah bekerja di toko itu kurang dari setahun.
Sehari-sehari, menurut Tia, Wah hanya menjaga usaha laundry-nya yang terdapat di Jl Sidomukti No 33, Cemani, Grogol, Sukoharjo.
Dia pun merasa tidak menyangka, karyawan yang dikenalnya suka bercanda itu ditangkap polisi.
"Dengar-dengar (dia) terlibat bom panci di Istana Negara, ga tahu benar atau tidak," papar Tia. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/laundry-teroris-cemani_20170529_161622.jpg)