Saat Bangunan Bekas Sekolah Disulap Jadi Hotel, Begini Wujudnya
Ruang kelasnya diubah menjadi kamar hotel yang menawarkan suasana sederhana pedesaan.
TRIBUNSOLO.COM - Angka kelahiran di Jepang semakin menurun selama beberapa dekade terakhir.
Banyak warga di pinggiran memilih pindah ke kota besar untuk mencari peluang ekonomi, pendidikan, dan budaya yang lebih beragam.
Akibatnya, beberapa sekolah di desa hampir tidak ada muridnya, kekurangan tenaga pengajar dan hampir ditutup.
Lembaga pendidikan yang mengalaminya adalah SD Osori di Semenanjung Izu, Prefektur Shizuoka.
Didirikan pada tahun 1892, pendaftaran memuncak mencapai 241 siswa di tahun 1942.
Pada tahun 1973, hanya 45 murid yang mendaftar yang dibagi menjadi enam tingkat kelas, dan Osori pun akhirnya ditutup.
Namun, ditutupnya sekolah Osori bukanlah sebuah akhir.
Pada tahun 1976, bangunan SD Osori yang telah direnovasi dibuka kembali sebagai hotel bernama Yamabikoso.
Ruang kelasnya diubah menjadi kamar hotel yang menawarkan suasana sederhana pedesaan.
Kamar gaya Jepang dengan tatami lantai buluh tikar diletakkan di atas lantai kayu.
Meskipun banyak buku dan meja belajar yang hilang, di bangunan ini masih tersisa beberapa elemen utama yang ada di sekolah seperti papan dinding, nomor kelas dan spidol di lorong.
Yamabikoso tidak menawarkan fasilitas seperti hotel modern pada umumnya.
Tidak ada kamar mandi pribadi, bak berendam atau pancuran di dalam kamar tamu.
Hanya ada onsen untuk berendam bersama.
Di dalam ruangan, wastafel berderet di mana para tamu dapat mencuci wajah mereka dan menggosok gigi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/hotel-di-jepang_20170701_152728.jpg)