Wali Kota Solo : PKL Menjamur Seolah Tak Ada Habisnya
Pemkot baru saja menertibkan 13 bangunan semi permanen di kawasan Jalan Kapten Mulyadi, di Sangkrah, Senin (3/7/2017) pagi tadi
Penulis: Facundo Crysnha Pradipha | Editor: Putradi Pamungkas
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Chrysnha Pradipha
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, mengatakan kehadiran Pedagang Kaki Lima (PKL) seolah tiada habisnya.
Pemerintah Kota (Pemkot) Solo telah melakukan penertiban PKL karena dianggap mengganggu jalan hingga kebersihan kota.
Namun, tetap saja bermunculan PKL baru di sejumlah lokasi.
Rudy pun mengeluhkan keberadaan PKL yang terus menjamur tersebut.
"Solo tidak ada habisnya PKL, di sini ditertibkan, di sana muncul lagi," ungkap dia saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Senin (3/7/2017).
Rudy mengungkapkan upaya penertiban PKL terus dilakukan melalui sinergi dinas.
"Upaya yang dilakukan asalah penertiban PKL lalu memindahkan pedagang ke pasar-pasar," ucap Rudy.
Adapun Pemkot baru saja menertibkan 13 bangunan semi permanen di kawasan Jalan Kapten Mulyadi, di Sangkrah, Senin pagi tadi.
Keterangan Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Solo, Subagyo, penertiban lokasi tersebut bertujuan untuk dikembalikan ke fungsi asli.
Yakni sebagai saluran air, taman kota, dan jalur lambat.
"Rencananya kemarin akan dibongkar sebelum puasa, tetapi setelah diobrolkan maka baru hari ini dilakukan penertiban," ujar Subagyo dijumpai disela-sela penertiban.
Usai ditertibkan oleh petugas Disdag Solo dan Satpol PP Solo, para pedagang yang menjual barang bekas itu akan dipindah ke Pasar Notoharjo, Semanggi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/fx-hadi-rudyatmo_20170703_165336.jpg)