Murid-murid di Jepang Memprotes Larangan Gaya Rambut Ponytail di Sekolah
Ponytail umumnya dianggap sebagai gaya rambut yang sederhana dan cocok dipakai di kantor atau di lingkungan formal lainnya.
TRIBUNSOLO.COM – Jumlah siswi berambut ponytail (kuncir kuda) sepertinya akan berkurang di Jepang, setelah munculnya kebijakan larangan menggunakan gaya rambut ponytail di sekolah.
Banyak murid memprotes aturan tersebut.
Bahkan para murid di seluruh Jepang ingin agar guru yang mengusulkan kebijakan larangan menggunakan gaya rambut ponytail itu diselidiki.
Aturan seragam sekolah memang selalu menjadi sumber kontroversi di Jepang.
Baca: Seleksi CPNS 2017, Kanwil KemenkumHAM Jateng Diberi Kuota 700 Penjaga Lapas
Banyak orang bertanya-tanya kenapa kebijakan seperti itu dibuat.
Seorang pengguna Twitter, Yuichiro, ikut berkomentar mengenai gaya rambut ponytail itu, atau yang biasa kita sebut rambut kuncir kuda.
Ponytail umumnya dianggap sebagai gaya rambut yang sederhana dan cocok dipakai di kantor atau di lingkungan formal lainnya.
Namun ada satu sekolah menganggapnya sebagai gaya rambut yang mengundang hasrat laki-laki.
Baca: Sesak Nafas, Pengusaha DL Sitorus Meninggal Dunia di Dalam Pesawat
Yuichiro menceritakan, ada seorang guru berusia 20-an atau 30-an yang menjadi aktor di balik pengajuan proposal mengenai larangan gaya rambut ponytail.
Guru itu menjelaskan, gadis yang memakai gaya rambut ponytail akan memperlihatkan lehernya, dan itu bisa "mengundang hasrat laki-laki."
Yuichiro sedikit terkejut.
Karena sebagai anak remaja, dia sama sekali tidak pernah menganggap leher seorang gadis itu menarik dibandingkan dengan bagian tubuh lainnya.
Para netizen muda juga setuju bahwa leher gadis tidak terlalu menarik hasrat, meski beberapa orang mungkin tertarik...
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/ponytail-atau-kuncir-kuda_20170803_210447.jpg)