Berangkat ke Tanah Suci, Kakek 91 Tahun Ini Dapat Pesan Titipan Doa dari Tetangga
Untuk bisa melaksanakan rukun Islam kelima, Ngadiyo menabung sejak April 2011
Penulis: Labibzamani | Editor: Putradi Pamungkas
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Labib Zamani
TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Ngadiyo (91), calon haji tertua asal Sragen ini mengaku mendapat pesan dari warga sekitar yang meminta didoakan di Tanah Suci Makah.
"Tetangga pada minta pesan supaya didoakan di sana (Tanah Suci Mekkah, Red)," kata kakek kelahiran Desember 1926 ketika ditemui TribunSolo.com di Asrama Haji Donohudan Boyolali, Senin (7/8/2017) pagi.
"Yang sakit supaya diberikan kesehatan begitu," ungkapnya.
Untuk bisa melaksanakan rukun Islam kelima, Ngadiyo menabung sejak April 2011.
Selama menabung tersebut, suami dari Sukarti (73) dibantu oleh kedelapan anaknya.
"Saya dibantu sama anak-anak, anak saya ada delapan orang di luar kota semua," jelas warga RT 005/ RW 002 Kelurahan Gemolong, Kecamatan Gemolong, Sragen.
Semula Ngadiyo akan berangkat ke Tanah Suci Makah tahun ini bersama Sukarti.
Karena ada masalah kesehatan, kata Ngadiyo, istrinya tersebut batal berangkat haji tahun ini.
"Mau berangkat tahun 2018 bersama anak keduanya," jelasnya.
Setelah tiba di Tanah Suci Makah, Ngadiyo, berjanji akan berdoa untuk kesembuhan istrinya agar bisa berangkat haji tahun depan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/ngadiyo-91-calon-haji-tertua-asal-kloter-31-asal-sragen_20170807_114234.jpg)