Ini Alasan Warga Sawit, Boyolali Memberi Nama Anak Keduanya 'Indonesia'
Kuncoro menambahkan, keinginannya untuk memiliki anak yang lahir tepat pada 17 Agustus atau peringatan HUT RI sudah lama.
Penulis: Labibzamani | Editor: Daryono
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Labib Zamani
TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Ayahanda Indonesia, Kuncuro Bambang Nugroho (49) berharap, anak keduanya itu menjadi anak yang baik dan berbakti kepada kedua orang tua.
"Indonesia itu kan cuma satu kata, tetapi di dalamnya itu mengandung berkah dari yang maha Kuasa," ungkap warga Dukuh Mojosawit, RT 006/RW 002, Desa Kateguhan, Kecamatan Sawit, Boyolali, Jateng kepada TribunSolo.com, Sabtu (2/9/2017).
Dia juga mengatakan, Indonesia merupakan negara yang memiliki keanekaragaman dan keunikan.
Sehingga semuanya itu diharapkan dapat dimiliki anak keduanya itu, Indonesia.
Baca: Unik! Bayi Laki-laki Asal Boyolali Ini Diberi Nama Indonesia Ternyata Ini Alasannya
Indonesia dilahirkan pada Kamis, 17 Agustus 2017 sekitar pukul 08.20 WIB di RSUD Pandanarang Boyolali.
Memiliki berat badan 4 kilogram dan panjang 53 sentimeter.
Kuncoro menambahkan, keinginannya untuk memiliki anak yang lahir tepat pada 17 Agustus atau peringatan HUT RI sudah lama.
"Saya dulu berharap anak pertama lahir di tanggal 17 Agustus, namun dilahirkan bukan pada 17 Agustus," ungkapnya.
Meski demikian, Kuncoro tidak putus harapan untuk mewujudkan keinginannya tersebut.
Kuncoro terus berdoa dan berusaha agar keinginannya memiliki anak yang dilahirkan tepat pada 17 Agustus dikabulkan oleh Tuhan.
"Akhirnya anak kedua saya dilahirkan pada tanggal 17 Agustus 2017 dan saya beri nama Indonesia," ungkap istri dari Lilis Setiawati (28).(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/bayi-indonesia-bali_20170902_145454.jpg)