Musim Haji 2017
Haji Termuda Asal Boyolali Ini Merasa Dilindungi Pria Berbadan Tinggi saat Jalani Ibadah Tawaf
Pengalaman ini dialami gadis kelahiran Boyolali, 11 April 1998 ketika menjalankan ibadah tawaf (mengelilingi Kabah sebanyak tujuh kali).
Penulis: Labibzamani | Editor: Daryono
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Labib Zamani
TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Fathiyyatu Assadiy Firda (19), merupakan warga Boyolali, Jawa Tengah yang menyandang status sebagai haji termuda tahun 2017.
Fathiyyatu masuk kelompok terbang (Kloter) 22 asal Boyolali.
Ia baru saja pulang menunaikan rukun Islam kelima dari Tanah Suci Makah pada Kamis (7/9/2017).
Mahasiswi Kedokteran dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ini mengaku memiliki pengalaman menarik selama menjalankan ibadah haji.
Pengalaman ini dialami gadis kelahiran Boyolali, 11 April 1998 ketika menjalankan ibadah tawaf (mengelilingi Kabah sebanyak tujuh kali).
Selama mengelilingi Kabah ini, ia merasa ada pria berbadan tinggi yang melindungi dirinya supaya tidak jatuh.
Pasalnya, pada waktu tawaf kondisinya sangat ramai dan berdesak-desakan.
"Pria (berbadan tinggi) melindungi kita (jamaah haji Indonesia) dari belakang," ungkap Fathiyyatu, Jumat (8/9/2017).
Gadis berhijab ini mengaku berangkat melaksanakan ibadah haji bersama ayah dan budenya.
Namun karena harus mengikuti ujian kedokteran, dia pulang bersama rombongan Kloter pertama asal Banjarnegara.
"Tiba di Asrama Haji Donohudan kemarin (Kamis)," jelasnya.
Sesuai jadwal, pemulangan jamaah haji Kloter 22 asal Boyolali, Kamis (14/9/2017).
"Karena persyaratan kehadiran untuk mengikuti ujian ini 75 persen saya pulang ikut Kloter pertama Banjarnegara," jelas dia.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/fathiyyatu-assadiy-firda-19-haji-termuda-asal-boyolali-jateng_20170908_141920.jpg)