Pengeroyokan Hingga Tewas di Joyotakan, Serengan, Solo Dilatarbelakangi Dendam

Aksi pengeroyokan yang mengakibatkan seorang warga Joyotakan, Sardi (35) tewas dilatarbelakangi dendam.

Penulis: Labibzamani | Editor: Daryono
TRIBUNSOLO.COM/LABIB ZAMANI
Para pelaku pengeroyokan di Kampung Joyotakan, Serengan diamankan di Mapolsek Serengan, Senin (11/9/2017). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Labib Zamani

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Aksi pengeroyokan yang mengakibatkan seorang warga Joyotakan, Sardi (35) tewas dilatarbelakangi dendam.

Menurut pengakuan pelaku pengeroyokan, Riswanto (32), korban sudah lama membuat ulah di kampung Joyotakan, Serengan.

Sudah beberapa kali diperingatan namun tidak pernah digubris oleh korban.

"Kita niatnya ingin memberikan pelajaran kepadanya (korban)," kata Riswanto, di Mapolsek Serengan, Senin (11/9/2017).

Baca: Usai Keroyok Warga Joyotakan, Solo, hingga Tewas, Rudy Mengaku Ditemui Korban di Alam Mimpi

Riswanto kemudian mengajak warga sekitar untuk memberi pelajar terhadap korban.

Namun apa yang dilakukan tersebut sudah diluar batas sehingga mengakibatkan korban luka parah dan meninggal di rumah sakit.

Kapolsek Serengan, Kompol Giyono, mengatakan, Riswanto merupakan aktor pertama terjadinya aksi pengeroyokan itu.

Pasalnya, Riswanto bertindak mengajak warga untuk ikut serta melakukan pengeroyokan.

Dijelaskan, sebelum pengeroyokan terjadi korban pada Rabu (6/9/2017) pukul 19.30 WIB korban menaiki motor dengan kecepatan tinggi di gang kampung dalam keadaan mabuk.

Warga yang melihat bermaksud mengingatkan namun korban marah dan menantang warga.

"Korban dan warga didamaikan Ketua RT," katanya.

Pukul 21.00 WIB korban diamankan ke Polsek Serengan.

Kamis (7/9/2017) pagi sekitar pukul 05.00 WIB korban pulang ke rumah untuk mengambil gitar.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved