Musim Haji 2017
Dikabarkan Meninggal, Jemaah Haji Asal Demak Ini Masih Hidup dan Dirawat di RS Dr Moewardi Solo
Bahkan, sempat beredar kabar kalau Masturi meninggal di pesawat yang membawanya dari Tanah Suci Makah ke Indonesia, Solo.
Penulis: Labibzamani | Editor: Hanang Yuwono
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Labib Zamani
TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Seorang jemaah haji asal Kabupaten Demak, Masturi Kastawi Karto, dirujuk ke RSUD Dr Moewardi Solo setelah mendarat dari pesawat, Senin (2/10/2017) siang.
Masturi mengalami gangguan saraf otak sehingga harus dilarikan ke rumah sakit milik Provinsi Jateng di Jebres, Solo, tersebut.
Sebelum dirujuk, Masturi sempat mendapatkan pemeriksaan medis di klinik kesehatan Asrama Haji Donohudan.
Menurut Kasubag Humas Debarkasi Solo, Afief Mundzir, Masturi merupakan warga asal Solowire RT 001/ RW 003 Kebonagung, Kabupaten Demak.
Baca: Sampai Siang Hari Ini, Debarkasi Solo Telah Pulangkan 29.553 Jemaah Haji dari Tanah Suci
Baca: 15 Jemaah Haji Asal Jateng dan DIY Belum Bisa Dipulangkan ke Indonesia Karena Sakit
Baca: Pemulangan Jemaah Haji, Sudah 87.022 Haji Tiba di Tanah Air
Masturi ikut dalam rombongan kelompok terbang (kloter) 73 asal Kabupaten Demak.
Karena mengalami masalah kesehatan selama melaksanakan ibadah haji, Masturi dirawat di rumah sakit Madinah.
"Tadi dipulangkan bersama rombongan kloter 83 asal Klaten dan Sukoharjo," ungkap Afief.
Setelah tiba di Debarkasi Solo, kata Afief, kondisi kesehatan Masturi kembali menurun.
Bahkan, sempat beredar kabar kalau Masturi meninggal di pesawat yang membawanya dari Tanah Suci Makah ke Indonesia, Solo.
"Kabar meninggalnya Pak Masturi itu nggak benar."
"Tiba di Debarkasi Solo masih hidup dan sekarang dirujuk ke RSUD Dr Moewardi Solo didampingi keluarganya," tegas dia.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/masturi_20171002_145446.jpg)