Hotel Alexis Ditutup, Tukang Bersih-bersih Kamar Ini Pusing Pikirkan Dua Anaknya yang Masih Sekolah
Ia yang mengenakan kardigan ungu, kaos putih, dengan celana panjang biru, merenung memikirkan nasib ke depan.
TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA -- WT (40), pembersih kamar Hotel Alexis, Pademangan, Jakarta Utara, patah arang, sumber penghasilannya berkurang.
WT tengah duduk di warung dekat Hotel Alexis.
Ia yang mengenakan kardigan ungu, kaos putih, dengan celana panjang biru, merenung memikirkan nasib ke depan.
"Pusing mas, anak dua."
"Satu SMA kelas 3, yang satu kelas 3 SD," ujarnya, Rabu (1/11/2017).
Baca: Sandiaga Uno Diingatkan Langsung oleh Ketua Fraksi Hanura soal Kemungkinan Digugat Alexis
WT mengadu nasib ke ibu kota dari Bogor sejak 2012 lalu.
Ia bekerja sebagai pembersih kamar bertahun-tahun di Hotel Alexis.
Kerja sehari dengan rentang waktu delapan jam.
Menurutnya, ada sekitar 600 karyawan lain yang bekerja di hotel yang berlokasi di Jalan R.E Martadinata 1, Ancol, Jakarta Utara, tersebut.
Baca: Begini Kisah Rian dMasiv saat Sambangi Alexis Beberapa Waktu Lalu
WT meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk memikirkan nasib para karyawan lain.
"Ya, kan' katanya mau menyediakan lapangan pekerjaan, kalau ini sih, memutus lapangan pekerjaan namanya," ujarnya.
WT mengaku dua hari sudah tidak bekerja.
Setelah Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu pada 27 Oktober 2017 menolak permohonan tanda daftar usaha pariwisata Hotel Alexis dan Griya Pijat Alexis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/alexis_20171101_200648.jpg)