Sejumlah Pelajar di Cina Mengaku Dieksploitasi untuk Bekerja Rakit iPhone X 11 Jam per Hari
Seorang siswa diminta bekerja selama 11 jam per hari. Padahal, undang-undang di Cina menyebutkan murid magang hanya boleh bekerja 40 jam per minggu
Baca: Usai Jenguk Suaminya Selama Satu Jam, Istri Setya Novanto Enggan Beri Komentar
Namun, Apple menyebutkan pekerjaan itu dilakukan secara sukarela.
"Kami telah mengonfirmasi bahwa para siswa tersebut bekerja secara sukarela, mendapat kompensasi dan memberikan keuntungan, namun seharusnya mereka tidak diizinkan bekerja lembur," ujar Apple dalam sebuah pernyataan, yang dikutip KompasTekno dari laman 9to5 Mac.
Foxconn juga mengakui ada kesalahan pada sistem pemberlakuan jam lembur pada siswa magang di tempatnya.
Namun sama seperti Apple, Foxconn enggan menyebut tindakan ini sebagai sebuah pemaksaan, karena siswa tersebut telah mendapatkan upah yang layak.
Baca: Emosi Belum Usai, Shafa Aliya Sindir Keras Jennifer Dunn Lewat Foto Ini : Jangan Kasih Kendor!
"Semua pekerjaan bersifat sukarela dan dikompensasikan dengan tepat, tapi, siswa magang yang melakukan kerja lembur melanggar kebijakan," ujar Foxconn dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari Financial Times.
Hingga saat ini, belum diketahui apakah Apple dan Foxconn akan menerima sanksi atas pelanggaran yang berlangsung.
Apakah ke depannya Apple dan Foxconn akan melakukan evaluasi, atau malah melenggang bebas setelah menyatakan maaf? (Kompas.com/Rizky Chandra Septania)
Berita di atas telah ditayangkan di Kompas.com dengan judul iPhone X Dirakit di China dengan Mengeksploitasi Siswa SMA
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/apple-di-china_20171123_133611.jpg)