Ini Tantangan Ekonomi Solo Raya 2018 Menurut Indentifikasi BI Solo
Dalam kesempatan itu, Kepala KPw BI, Bandoe memaparkan beberapa tantangan ekonomi Solo Raya kepada para peserta.
Penulis: Imam Saputro | Editor: Daryono
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Imam Saputro
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Pertemuan Tahunan Bank Indonesia Kantor Perwakilan Solo mengajak para pemangku kepentingan untuk membahas dan menyiapkan strategi untuk menghadapi tantangan di tahun 2018.
Pertemuan bertema Memperkuat Momentum Menuju Penguatan Ekonomi di Masa Depan-Voyage to Indonesia ini dilaksanakan di Gedung KPw BI Solo, Kamis (14/12/2017).
Dalam kesempatan itu, Kepala KPw BI, Bandoe memaparkan beberapa tantangan ekonomi Solo Raya kepada para peserta.
Pertemuan menghadirkan dua narasumber, Komandan Korem 074 Warastratama Surakarta, Kolonel (Inf) Widi Prasetijono dan Pengamat ekonomi dari Institute for Development of Economic and Finance (Indef) Aviliani.
Baca: Gelar Pertemuan Tahunan, BI Solo Ajak Pemangku Kebijakan Bahas Tantangan Ekonomi 2018
Di antara 300an orang yang hadir juga tampak Wakil Wali Kota Solo, Achmad Purnomo, Bupati Boyolali, Seno Samudro, dan Wakil Bupati Sragen , Dedy Endriyatno.
“Saat ini, pertumbuhan ekonomi Soloraya pada tahun 2016 mampu tumbuh 5,39%, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Tengah maupun Nasional,“ kata Bandoe.
Ia mengatakan, secara spasial, seluruh Kabupaten/Kota di Wilayah Soloraya mampu tumbuh di atas 5,0% (yoy).
Dari hasil identifikasi BI, pertumbuhan ekonomi Wilayah Soloraya tahun 2017 masih didorong oleh 4 (empat) sektor utama, yaitu Industri Pengolahan, Perdagangan Besar & Eceran, Pertanian, dan Konstruksi.
“Dari keempat sektor tersebut, hanya sektor Pertanian yang mengalami perlambatan,” terangnya.
Untuk tahun 2017, berdasarkan asesmen yang BI lakukan, diproyeksikan pertumbuhan ekonomi Wilayah Soloraya akan mengalami peningkatan dan berada pada kisaran 5,3%-5,7% (yoy) sejalan dengan pemulihan ekonomi nasional dan Provinsi Jawa Tengah.
Sementara wilayah Soloraya juga masih menghadapi beberapa tantangan dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi.
“Tingkat kemiskinan dan peningkatan kualitas tenaga kerja masih menjadi tantangan dalam pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah dan Soloraya,” kata Bandoe.
Baca: Sepuluh Karya Inovasi OPD Solo Berebut Juara di Babak Final
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/kepala-kantor-perwakilan-bank-indonesia-solo-bandoe-widiarto_20171215_140521.jpg)