Banyak yang Belum Tahu, Ternyata Santa Klaus dan Sinterklas Berbeda
Berbagai sumber menyebutkan, cerita soal Santa Claus yang populer di Amerika Serikat (AS) juga dipengaruhi oleh cerita serupa di Belanda.
Bila Sinterklas menggunakan kuda putih, maka kendaraan Santa Claus adalah kereta salju yang ditarik oleh sembilan rusa kutub.
Meski begitu, Santa tetap digambarkan sebagai orang yang suka memberikan hadiah kepada anak-anak pada malam Natal yakni 24 Desember.
Baca: Ditetapkan Tersangka Delapan Bulan Lalu, Mantan Ketua BPPN Syafruddin Temenggung Ditahan KPK
Sosok Sinterklas di Indonesia
Di Indonesia sendiri, penyebutan Sinterklas lebih sering dipakai dari pada Santa Claus.
Selain mudah pengucapannya, nama Sinterklas juga merupakan salah satu warisan Belanda dulu.
Pada masa Hindia Belanda, orang-orang Belanda di Indonesia kerap merayakan Hari Sinterklas setiap 5 Desember.
Bahkan, Sinterklas yang datang ke Batavia disambut pejabat setempat dan lantas diarak keliling kota agar masyarakat melihatnya.
Tradisi itu bertahan sampai tahun 1957 sebelum Presiden Soekarno melarangnya akibat hubungan RI-Belanda yang memanas karena isu Irian Barat. Kebijakan tersebut lantas dikenal dengan sebutan "Sinterklas Hitam".
Adapun di Belanda, tradisi Sinterklas masih bertahan hingga saat ini. (Dani Prabowo)
Artikel di atas telah dipublikasikan Kompas.com dengan judul: Ternyata Santa Klaus dan Sinterklas Berbeda, Kok Bisa?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/sinterklas_20171221_183947.jpg)