Breaking News

Kasus Video Porno Pelajar di Semarang, Pemkab Terjunkan Tim Pendamping

Adapun untuk terduga pelaku dalam video tersebut akan dimintai keterangan dalam minggu-minggu ini.

Editor: Daryono
net
Ilustrasi melihat video porno 

TRIBUNSOLO.COM, UNGARAN - Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DPPPAKB) Kabupaten Semarang menerjunkan tim untuk mendampingi pelaku video mesum pelajar yang sempat viral baru-baru ini.

Pendampingan dilakukan untuk meminimalisasi dampak psikologis kedua pelaku yang masih tergolong anak-anak.

"Rencana siang ini kami akan menjangkau, assessment ke pemerannya karena dua-duanya sama-sama anak."

"Jadi kami dampingi selama prosesnya," kata Virgina Orchid, petugas pendamping dari Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) Dinas Pemberdayaan Perempuan Pelayanan Anak dan Keluarga Berencana Kabupaten Semarang, Selasa (23/1/2018) siang.

Baca: Aktris Porno Ini Mengaku Berhubungan Badan dengan Donald Trump, Begini Reaksi Trump

Menurut Virginia, tim pendamping terdiri dari tiga orang yang akan bekerja hingga proses hukum yang tengah dilakukan oleh Polres Semarang terkait penyebaran video mesum pelajar tersebut selesai.

"Kadang kan anak merasa takut kalau diperiksa polisi meski mereka tidak pakai baju polisi, nanti kami motivasi," ujarnya.

Selama pendampingan, terbuka kemungkinan keduanya akan diperiksa seorang psikolog untuk pemulihan kondisi kejiwaannya.

Pendampingan psikologi ini akan dilakukan secara berkala hingga kondisi kejiwaannya bagus.

"Tidak bisa sekali pertemuan, bisa empat sampai lima kali pertemuan."

"Tergantung dari hasil pemeriksaannya psikolognya nanti," imbuh Virginia.

Baca: Polda Metro Jaya Selidiki Video Porno Mirip Kontestan Ajang Pencarian Bakat

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Semarang AKP Yusi Andi Sukmana mengatakan, terkait perkembangan penyelidikan kasus ini, pihaknya akan meminta klarifikasi terhadap pelapor. 

Adapun untuk terduga pelaku dalam video tersebut akan dimintai keterangan dalam minggu-minggu ini. 

"Pelapor hari ini kami mintai klarifikasi," kata Yusi.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved