Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Penghasilan Pengemis di Bali Ini Mencapai Rp 9 Juta Per Bulan

Jika sampai dua kali mangkal di tempat berbeda, dia bisa meraup total Rp 300.000 dari kegiatan mengemisnya dalam sehari.

Editor: Junianto Setyadi
TRIBUN BALI/I PUTU DARMENDRA
Seorang pengemis di kawasan wisata Ubud, Bali. 

"Karena itu, saya melakukan ini (mengemis, Red)," katanya.

Tak jauh berbeda, pengemis di Ubud, bisa mengantongi minimal Rp 50.000 per hari.

Di Ubud, para pengemis biasanya memilih tempat mangkal di kawasan dekat barat Patung Arjuna hingga satu kilometer ke arah barat.

Banyak Pengemis di Ubud

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Karangasem, Ni Ketut Puspakumari, membenarkan kabar penghasilan seorang pengemis dari Munti Gunung bisa mencapai Rp 9 juta dalam sebulan.

Baca: Terlihat Lusuh, Penampakan Mata Gadis Pengemis Ini Bikin Netter Terdiam: Bagus Tapi Serem. . .

Mereka, menurut Puspakumari, kebanyakan beroperasi di kawasan Ubud, Denpasar, dan di perbatasan Kuta-Denpasar.

"Sekarang sedikit yang beroperasi di Kuta, lebih banyak di Ubud," ujarnya.

"Sasaran operasinya memang daerah yang banyak wisatawan asing."

"Kami pernah mendata, penghasilan para pengemis itu antara Rp 6 juta hingga Rp 9 juta sebulan."

Baca: Kerap Dikunjungi Artis dan Keluarga, Makam Olga Syahputra Jadi Lahan Rezeki Pengemis dan Tukang Sapu

"Karena itu, sulit untuk menghentikan mereka mengemis."

"(Sebab) hasilnya banyak (bagi mereka)," kata Puspakumari.

Dinsos Denpasar pernah menemukan seorang pengemis yang membawa tas berisi duit sebesar Rp 4.744.000 saat si pengemis dibawa ke Kantor Dinsos setelah kena razia Satpol PP setempat pada 2017 lalu.

Pengemis tersebut  mengaku mendapatkan uang sebanyak itu dalam satu minggu meminta-minta. (Tribunbali.com/Setiap Bulan, Penghasilan Pengemis di Bali Capai Rp 9 Juta/Kompas.com/Editor : Reni Susanti)

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved