Tommy Soeharto Kritik Utang Negara di Pemerintahan Jokowi Rp 4700 Triliun
Ia menyebutkan, utang negara yang masih ada dalam pemerintahan Jokowi-JK ini mencapai US$350 miliar atau hampir Rp 4.700 triliun
Penulis: Eka Fitriani | Editor: Putradi Pamungkas
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Eka Fitriani
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Ketua Dewan Pembina Partai Berkarya Tommy Soeharto mengkritik soal utang negara dalam pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (JK)
Ia menyebutkan, utang negara yang masih ada dalam pemerintahan Jokowi-JK ini mencapai US$350 miliar atau hampir Rp 4.700 triliun.
Kritik tersebut disampaikan Tommy saat memberikan sambutan di Rapimnas III Partai Berkarya di Solo.
"Jadi sekarang hutang-hutang negara yang sekarang sampai US$350 miliar atau Rp 4.700 triliun itupun menjadi masalah bangsa ke depannya," katanya katanya Sabtu (10/3/2018) sore.
Baca: Kemenkop Bakal Beri Kemudahan Standarisasi dan Sertifikasi untuk UKM
Tommy juga menambahkan jika pihaknya dipercaya mengelola negara ini.
Diriny yakin dapat melakukan penghematan yang besar.
"Karena pemerintahan sekarangpun kalau ditanya kapan kembalinya ya tidak tahu dan itu akan jadi urusan pada pemerintahan seterusnya,"
"Kita tidak tahu kapan negara kita menjadi negara maju, negara industri"
"Mudah-mudahan melalui Partai Berkarya bisa berbuat terbaik," ujarnya.
Baca: Tak Kapok Dihujat Terlalu Terbuka, Rey Utami Pamer Perut Hamil Lagi
Kementerian Keuangan sebelumnya telah mencatat total utang pemerintah hingga Januari 2018 mencapai Rp 3.958,7 triliun.
Nilai itu bertambah Rp20 triliun dibanding posisi akhir tahun lalu Rp 3.938,7 triliun.
Berdasarkan data Kementerian Keuangan yang dipublikasikan pada Selasa (20/2), utang pemerintah masih didominasi oleh penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) yang mencapai Rp3.206,38 triliun atau 81 persen dari total utang pemerintah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/tommy-soeharto_20180310_185503.jpg)