Jelang Ramadan, Pemandu Karaoke di Bawen Semarang Dapat Siraman Rohani
Penyuluhan kepada para penghuni lokalisasi Gembol, imbuhnya, sudah dilakukan sejak 2011. Setiap bulan, tempatnya bergiliran
Namun berkat ketulusan dan kesabaran para penyuluh ini, para PK dan PSK yang mengikuti kegiatan pengajian semakin bertambah.
“Kita harus menyentuh dari hati yang paling dalam agar mereka tidak selamanya bekerja seperti ini"
"Mereka juga ingin kembali ke keluarga mereka, ke masyarakat normal,” ucapnya.
Kasi Bimnas Kemenag Kebupaten Semarang, Suratno Syukron mengungkapkan, jumlah PK dan PSK di lokalisasi Gembol saat ini sebanyak 125 orang.
Baca: Temuan Perusakan Spanduk Paslon Pilgub Jateng 2018, KPU Solo Bakal Lakukan Investigasi
Jumlah tersebut sudah berkurang karena setiap tahunnya rata-rata ada 10 orang yang berhenti dan kembali kepada keluarganya ke kehidupan yang normal.
"Kami apresiasi saudara-saudara kita di sini yang punya itikad baik untuk berubaH"
"Tiap bulan peserta yang mengikuti siraman rohani terus meningkat, artinya mereka memang ingin berubah ke arah yang lebih baik,” ungkap Suratno.
Baca: Cemburu, Pria di Jakarta Barat Ini Tabrak Tiga Temannya, Satu Meninggal
Selain karena himpitan ekonomi, para wanita yang terjerumus PK dan PSK di Gembol ini dikarenakan minimnya pemahaman tentang ilmu agama.
Namun, setelah mendapatkan bimbingan dari para penyuluh agama, perlahan pola pikir penghuni lokalisasi juga berubah.
"Dibuktikan dengan banyaknya penghuni yang mau keluar dari lokalisasi dan kembali ke masyarakat," tutupnya. (Kompas.com/Syahrul Munir)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jelang Ramadhan, Pemandu Karaoke Gembol Dapat Siraman Rohani"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/bawen_20180425_224754.jpg)