Menikmati Kupat Lodoh, Kuliner Khas Hari Raya di Desa Olehsari Glagah Banyuwangi
Seporsi kupat lodoh terdisi dari potongan ketupat, ayam lodoh dan telur pindang. Bumbu ayam lodoh terbuat dari kelapa yang tua, diparut dan disangrai
"Jika kurang pedas tinggal ditambahkan cabai," jelas Erna.
Perempuan berjilbab tersebut mengaku sengaja menjual kupat lodoh karena makanan tersebut biasanya hanya ada saat hari raya dan menjadi makanan khas masyarakat Using.
"Jadi kalau ada kangen kupat lodoh nggak harus nunggu lebaran agar bisa makan"
"Cukup datang saja ke sini tiap malam Minggu," kata Erna sambil tertawa.
Baca: Bosan dengan Seoul dan Pulau Jeju? Coba Pergi ke Jeolla, Pesona Baru Milik Korea Selatan
Para pengunjung bisa menikmati makanan yang dipesan dengan duduk di tepi jalan sepanjang gang desa atau menumpang di depan rumah warga.
Jika beruntung, pengunjung juga bisa menyaksikan tontonan tari Gandrung.
Jajanan bengi ini dimulai jam 6 malam namun tidak sampai jam 10 malam, biasanya makanan dan minuman yang dijual sudah ludes di borong oleh pengunjung.
Semua penjual adalah warga Desa Olehsari yang juga terkenal dengan desa adat Seblang Banyuwangi.
Baca: Dinafkahi Dipo Latief Rp 400 Juta/Bulan, Nikita Mirzani : Cewek Harus Matre, Kalo Nggak Matre Bego
Ada sekitar 25 stand yang menyediakan jenis jenis makanan, minuman dan jajanan.
Camat Glagah, Astorik saat dihubungi Kompas.com menjelaskan jajanan bengi bukan hanya sekadar menarik wisatawan datang ke Desa Olehsari tapi juga untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di desa.
"Gang-gang Desa Olehsari bersih dan tertata rapi sehingga kami berinisiatif untuk membuat pasar makanan khusus malam hari"
"Jadi masyarakat bisa merasakan hasilnya juga," kata Astorik.
Baca: Kesal dengan UNBK SMP/Sederajat, Sejumlah Orang Tua Mengadu ke KPAI
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/kupat-lodoh-banyuwangi_20180426_085110.jpg)