Polres Grobogan Sita Ratusan Botol Miras, Enam Pelajar SMP yang Teler Ditangkap
Tak luput juga empat orang pemilik warung yang ikut digelandang ke Mapolres Grobogan untuk diperiksa lebih lanjut.
Lamsir menjelaskan, langkah razia kali ini bertujuan untuk menciptakan iklim kondusif menjelang Ramadhan dan Pilkada Jateng.
Di samping itu, razia miras bertujuan untuk mencegah insiden terenggutnya nyawa remaja akibat efek dari miras.
Polres Grobogan, sambung Lamsir, tak ingin kecolongan seperti halnya kasus miras yang terjadi di Jawa Barat dan daerah lain.
"Miras nyata telah merusak kehidupan generasi muda dan menghilangkan harapan."
"Dalam razia ini, sekitar 180 botol miras kami amankan dari sejumlah warung miras," tutur Lamsir.
Baca: 5.000 Penari Gambyong Meriahkan CFD Solo, Warga Ikut Menari
Salah satu pemilik warung miras di wilayah Kecamatan Toroh, GB (36), mengaku baru enam bulan berjualan miras.
Ia berujar bisa mengeruk keuntungan lebih besar setelah menjajakan miras.
"Setiap malam pasti ramai, apalagi malam minggu."
"Sehari bisa untung Rp 500.000," ucap GB yang ikut diangkut ke Mapolres Grobogan. (Kompas.com/Kontributor Grobogan, Puthut Dwi Putranto Nugroho)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Enam Pelajar SMP Teler dan Ratusan Botol Miras Terjaring Razia di Grobogan