Ramadan 2018

Selain Puasa, Ini 4 Amalan Utama di Bulan Ramadan

Sayangnya, seringkali kita merasa sudah sangat menguasai Alquran, padahal membacanya saja masih malas.

Selain Puasa, Ini 4 Amalan Utama di Bulan Ramadan
TRIBUNSOLO.COM/IMAM SAPUTRO
Salat Tarawih 

Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW mengatakan, “Sebaik-baik sedekah adalah sedekah di bulan Ramadan.” (HR. Baihaqi).

Dan bersedekah tidak harus menunggu kaya.

Suatu hari, Rasulullah SAW berkata,

سبق درهم مئة ألف درهم فقال رجل وكيف ذاك يا رسول الله قال: رجل له مال كثير أخذ من عرضه مئة ألف درهم تصدق بها ورجل ليس له إلا درهمان فأخذ أحدهما فتصدق به

 “(Pahala sedekah) satu dirham mengalahkan seratus ribu dirham”.

Seorang sahabat bertanya, “Bagaimana mungkin, ya Rasulullah?”.

“(Bandingkan) seorang kaya raya yang memiliki banyak harta, dia mengambil seratus ribu dirham dari hartanya dan bersedekah dengannya. Lalu ada seorang miskin yang hanya punya dua dirham, dan dia bersedekah dengan satu dari dua dirham itu”.

Karena itulah, Ali bin Abi Thalib berkata, “Jangan malu bersedekah walaupun sedikit. Sebab, kebaikan itu (dinilai) pada pemberiannya walaupun sedikit”.

4.Tobat

Ramadan adalah bulan tobat

Rasulullah SAW berkata:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ تُوبُوا إِلَى اللَّهِ وَاسْتَغْفِرُوهُ، فَإِنِّي أَتُوبُ إِلَى اللَّهِ، وَأَسْتَغْفِرُهُ فِي كُلِّ يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ

Wahai umat manusia bertobatlah kalian. Sesungguhnya aku bertobat seratus kali dalam sehari-semalam”.

Bila pada hari-hari biasa kita dianjurkan bertobat.

Maka, tobat di bulan Ramadan tentu lebih baik adanya.

Mengapa tobat? Sebab manusia makhluk yang lemah.

Allah memberi jalan tobat sebagai wujud kasih sayang-Nya.

Bahkan Allah sangat senang dan bahagia bila ada manusia yang bertobat.

Rasulullah SAW menggambarkan kesenangan Allah SWT itu dengan bersabda, “Sungguh Allah akan lebih senang menerima tobat hamba-Nya ketika ia bertobat kepada-Nya daripada (kesenangan) seorang di antara kalian yang menunggang untanya di tengah padang luas yang sangat tandus, lalu unta itu terlepas membawa lari bekal makanan dan minumannya dan putuslah harapannya untuk memperoleh kembali. Kemudian, dia menghampiri sebatang pohon lalu berbaring di bawah keteduhannya karena telah putus asa mendapatkan unta tunggangannya tersebut. Ketika dalam keadaan demikian, tiba-tiba dia mendapati untanya telah berdiri di hadapannya….” (HR Muslim).

Seringkali kita merasa bahwa dosa yang kita lakukan hanya dosa-dosa kecil saja sehingga tak diperlukan bersegera dalam bertobat.

Padahal, kata Ibnul Qayyim, jangan pernah meremehkan dosa-dosa kecil.

Lihatlah patok kayu di dermaga yang melilit tambang, ia bahkan dapat menarik kapal.

Maka, tak ada kata lain bagi kita kecuali segera bertobat.

(TribunSolo.com/Daryono)

Penulis: Daryono
Editor: Daryono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved