Melihat Cantiknya Bunga-bunga di Rumah Atsiri Indonesia di Tawangmangu Karanganyar
Sebelum menjadi Rumah Atsiri Indonesia, bangunan ini dahulu merupakan pabrik citronella yang dibangun semasa kepempimpinan Presiden Soekarno
Penulis: Efrem Limsan Siregar | Editor: Putradi Pamungkas
Beberapa bunga lain yang bisa ditemukan di antaranya Kemangi dan Rosemary.
Selain tanaman wewangian, pihak Rumah Atsiri Indonesia juga mengembangkan pelbagai macam tanaman mint, semisal chocolate mint herb, horse peppermint, dan sebagainya.
Secara keseluruhan, pekarangan Rumah Atsiri seluas 2,4 hektar nyaris dicerahkan oleh warna kembang dan hijaunya tanaman penghasil minyak artsiri.
Untuk melengkapi konsep eduwisata dan museum, Rumah Atsiri juga dilengkapi dengan kelas edukasi Atsiri.
• Jelang Kirab SBC di Solo Sore Ini, Warga Sambut Antusias
“Kelas dibuka tiga kali sehari setiap Sabtu dan Minggu. Anak-anak diajarkan membuat bathbomb, minyak telon, atau sabun,” jelas Natasha.
Namun, untuk sementara waktu, pengunjung belum bisa menyusuri semua tempat di Rumah Atsiri Indonesia.
Rumah Atsiri masih dalam tahap pengerjaan dan memang belum dibuka resmi.
Pengunjung hanya bisa menikmati fasilitas restoran, area bunga, atau kelas atsiri.
• 144 Atlet Asal Karanganyar Bakal Ikuti Porprov Jateng 2018 di Kota Solo
Meski belum dibuka resmi, Natasha mengungkapkan, dalam sehari Rumah Atsiri Indonesia dikunjungi sekitar 100 pengunjung.
Di akhir pekan, angka kunjungan akan naik menjadi sekitar 300 pengunjung.
Mayoritas pengunjung merupakan bersala dari kalangan keluarga yang membawa sera anak-anak mereka.
Tenang saja, Natasha mengatakan dalam beberapa bulan ke depan, pengerjaan Rumah Atsiri Indonesia diperkirakan akan rampung.
Jika sudah selesai, semua fasilitas bisa dinikmati, termasuk memetik dan memakan sendiri daun mint langsung dari batang tanamannya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/pekarangan-bunga-di-rumah-atsiri-indonesia-kecamatan-tawangmangu-karanganyar_20180714_152918.jpg)