Empat Juta Warga di Negara Bagian Assam, India Terancam Dideportasi Gara-gara Hal Ini
Negara Bagian Assam, India, dikabarkan telah menyelesaikan rancangan pencatatan kewarganegaraannya.
Penulis: rika apriyanti | Editor: Daryono
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Rika Apriyanti
TRIBUNSOLO.COM, GUWAHATI- Negara Bagian Assam, India, dikabarkan telah menyelesaikan rancangan pencatatan kewarganegaraannya.
Dilansir TribunSolo.com dari AFP, rancangan ini sebelumnya mendapat kecaman dari berbagai pihak karena akan berdampak pada pencabutan 4 juta kewarganegaraan warganya.
Dalam konferensi pers, pejabat pencatatan sipil, Shailesh, Sensus Nasional (NRC) telah mencapai momen historis dalam sejarah Assam dan India.
• Ingin Bangun Rumah Sakit untuk Orang Tak Mampu, Ashanty Minta Didoakan Agar Segera Terwujud
"Mereka yang tidak tidak masuk dalam daftar bisa melakukan banding agar namanya didaftarkan," tambah Shailesh.
Pernyataan ini juga diperkuat dengan apa yang disampaikan Menteri Dalam Negeri India, Rajnat Singh.
Rajnat mengatakan warga yang tak terdaftar bisa mengurus di sidang warga asing.
• Soal Penentuan Cawapres, SBY Serahkan pada Prabowo
"Mereka yang namanya tidak ada jangan khawatir, semua orang mendapatkan kesempatan yang adil," kata Singh dilansir TribunSolo.com dari Al Jazeera.
Ada 28,9 juta warga dari sebelumnya 32,9 juta orang yang berada di negara bagian yang berbatasan dengan Bangladesh dan Bhutan itu.
• Asah Kepercayaan Diri Finalis, Panitia Pemilihan Putra Putri Solo 2018 Gelar Malam Apresiasi Seni
Rancangan tersebut pun menimbulkan kekhawatiran terhadap 4 juta warga yang sebagian besar merupakan etnis Bengali bakal dideportasi.
Front Demokratik India Bersatu (AIUDF) sebagai salah satu partai yang memperjuangkan hak etnis Bengali menyatakan sangat terkejut.
• Denada Jual Cepat Apartemennya, Nama Hotman Paris dan Syahrini Paling Banyak Disebut agar Membeli
Sekjen AIUDF, Aminul Islam, menyatakan proses pembaruan seharusnya sudah diselesaikan di bawah pengawasan Mahkamah Agung.
"Sangat disayangkan pemerintah negara bagian mengintervensi."
"Kami akan meminta penjelasan dari MA, yang jelas, kami terkejut," kata Aminul. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/peta-negara-bagian-assam-india_20180730_151426.jpg)