TKW Tanpa Identitas yang Telah 4 Tahun Dirawat di Rumah Sakit Jeddah Diduga Berasal dari Bandung
Konsulat Jenderal RI (KJRI) Jeddah, Arab Saudi, menemui kesulitan untuk mengungkap identitas seorang WNI Overstayer (WNIO) yang menderita stroke
Penulis: rika apriyanti | Editor: Putradi Pamungkas
Namun, hingga kini data diri Aminah tak kunjung terkuak meskipun telah diupayakan melalui pengambilan sidik jari.
Seiring dengan kondisi Aminah yang kian membaik, KJRI melakukan komunikasi dengan pihak Tarhil (rumah detensi imigrasi) di Shumaisi, yang intinya meminta agar Aminah dipulangkan ke Tanah Air.
Pada 19 Juli 2018, KJRI menyerahkan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) atas nama Aminah Shagar kepada pihak Tarhil.
KJRI juga berencana menyiapkan pendamping bagi Aminah pada saat kepulangan nanti, atas pertimbangan bahwa dia kemungkinan besar harus menggunakan stretcher.
Pada tanggal 23 Juli, Tim Perlindungan kembali menemui pejabat Tarhil untuk melakukan pembicaraan terkait mekanisme pemulangan Aminah.
• Kini Hidup Makmur Jadi Dokter, Artis Mesty Ariotedjo Umumkan Kabar Bahagia Kelahiran Anak Pertama
Pada kesempatan itu, Tim memohon kepada pihak Tarhil untuk menyediakan tiket pesawat, mengingat Aminah masih berstatus sebagai tahanan Tarhil.
Tarhil Shumaisi menyampaikan kepada KJRI bahwa pihaknya tengah memroses administrasi Aminah dan akan menyampaikan perkembangannya ke KJRI terkait kepastian jadwal pemulangan Aminah ke Tanah Air.
Selanjut, KJRI menyampaikan permohonan kerja sama kepada Direktorat Perlindungan WNI dan BHI dan pihak-pihak terkait di Tanah Air (Kemenaker, Kemsos dan Kemkes) untuk turut membantu penanganan Aminah pada saat tiba di Indonesia, yaitu terkait perawatan lanjutan bagi Aminah penelusuran alamatnya di daerah, agar dia bisa disatukan kembali dengan keluarga di kampung halamannya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/wni-yang-dirawat-selama-4-tahun-di-rumah-sakit-di-jeddah_20180730_122221.jpg)