Bupati Karanganyar : Jika Tidak Ada Bendera Merah Putih untuk HUT RI, Jual Saja Perabot Rumah
Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah keberadaan umbul-umbul dan bendera Merah Putih di lingkungan warga.
Penulis: Efrem Limsan Siregar | Editor: Putradi Pamungkas
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Efrem Siregar
TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Bupati Karanganyar Juliyatmono mengingatkan setiap Kepala Desa untuk mengecek betul persiapan HUT ke-73 RI di wilayah masing-masing.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah keberadaan umbul-umbul dan bendera Merah Putih di lingkungan warga.
Hal itu diungkapkannya di hadapan sejumlah ASN Pemkab Karanganyar dan perangkat Kecamatan se Kabupaten Karanganyar yang hadir mengikuti pembukaan turnamen olah raga menyambut HUT ke-73 RI.
“Jika ada warga yang tidak memasang bendera, digedor pintu rumahnya supaya memasang bendera,” kata Juliyatmono dalam sambutannya di pembukaan turnamen di lapangan GOR RM Said, Karanganyar, Sabtu (11/8/2018).
• Pesawat Dimonim Air Hilang Kontak, Kapolres Pegunungan Bintang Papua Sebut Warga Dengar Ledakan
Bahkan, dia menyarankan kepada warga yang tidak mempunyai bendera untuk menjual beberapa perabotan di rumahnya.
Hasil penjualan itu nantinya dipakai untuk membeli bendera.
Mengapa demikian?
Menurut Juliyatmono, bendera merupakan simbol perjuangan hingga Indonesia bisa merdeka dan masyarakat telah menikmati hasilnya.
• Satpol PP Solo Ingatkan Warga untuk Tidak Bakar Sampah di Pekarangan
“Kalau perlu jual barangnya untuk membeli bendera.
“Karena bendera, kita bisa mempunyai rumah seperti sekarang ini.”
“Kita patut bersyukur karena kemerdekaan itu,” ucap orang nomor satu di Karanganyar ini. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/bupati-karanganyar-juliyatmono_20180811_185128.jpg)