Aktivitas Jokowi di Solo

Tanggapi Pernyataan Jusuf Kalla, Jokowi Balas Pakai 'Kalimat Sakti' Ini Lagi Setelah 3 Tahun

Menanggapi hal ini, Presiden ke-7 RI Jokowi mengakui bahwa ia hanya orang kampung yang biasa-biasa saja.

Tayang:
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Hanang Yuwono
Tribunnews/Jeprima
JOKOWI JK - Joko Widodo bersama Jusuf Kalla saat menghadiri acara Sidang Tahunan MPR tahun 2019 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (16/8/2019). Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla menyatakan dirinya berperan besar menjadikan Joko Widodo (Jokowi) sebagai presiden, yang langsung dibalas ayah Gibran pakai ucapan merendah. 

Ringkasan Berita:
  • Jusuf Kalla mengklaim berperan penting dalam karier politik Jokowi, termasuk melobi Megawati agar Jokowi maju sebagai Gubernur DKI Jakarta, yang menurutnya menjadi jalan menuju kursi presiden.
  • Jokowi menanggapi pernyataan itu dengan merendah, menyebut dirinya hanya “orang kampung biasa” dan tidak ingin membesar-besarkan perannya sendiri.
  • JK juga menyoroti polemik ijazah Jokowi dan menyebut sarannya sebagai nasihat senior.

 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla menyatakan dirinya berperan besar menjadikan Joko Widodo (Jokowi) sebagai presiden. 

Menanggapi hal ini, Presiden ke-7 RI Jokowi mengakui bahwa ia hanya orang kampung yang biasa-biasa saja.

“Ya saya ini bukan siapa-siapa. Saya orang kampung,” ungkap Jokowi, saat ditemui di kediaman Sumber, Banjarsari, Solo, Senin (20/4/2026).

Ucapan merendah ini bukanlah pertama kali terlontar dari Jokowi.

Sementara itu, pernyataan Jusuf Kalla ini terucap saat jumpa pers di kediaman yang bersangkutan, Sabtu (18/4/2026).

Awal Mula Jusuf Kalla Sering Bicarakan Jokowi

Mulanya, Jusuf Kalla meminta agar Jokowi menunjukkan ijazah agar polemik ini segera selesai.

Namun, justru setelah itu ia dipolisikan gara-gara pernyataannya saat mengisi ceramah tarawih Ramadhan di Masjid Kampus UGM, Jogjakarta, pada Kamis (5/3/2026) lalu.

“Sudahlah, Pak Jokowi. Sudahlah. Kasih lihat ijazah saja. Itu saja. Timbulah sensitif sekali itu ijazah. Kenapa sih? Kenapa tidak kasih lihat? Membiarkan masyarakat berkelahi sendiri. Saling memaki masyarakat 2 tahun,” ungkap Jusuf Kalla, Sabtu (18/4/2026).

Baca juga: Kala Jokowi di Solo Tak Gubris Permintaan Jusuf Kalla Tunjukkan Ijazah, Cuma Mau Turuti Orang Ini!

Ia berpendapat sarannya ke Jokowi untuk menunjukkan ijazah semata-mata tak ubahnya seorang senior yang menasehati juniornya. Tidak ada maksud lain.

“Saya ingin kasih tahu sama anda. Saya wakilnya Pak Jokowi. Karena sudah selesai kita warga negara biasa. Saya lebih tua dari dia. Jadi sebagai orang yang lebih senior saya nasehati,” tuturnya.

Jusuf Kalla diketahui dipolisikan oleh Ketua Umum Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Sahat Martin Philip Sinurat dan sejumlah ormas lain.

Seperti telah diketahui, Sahat juga merupakan politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang dipimpin oleh putra bungsu Jokowi.

CUMA ORANG KAMPUNG - Presiden ke-7 RI Jokowi saat ditemui di kediamannya, Sumber, Banjarsari, Solo, Senin (20/4/2026). Jokowi menanggapi pernyataan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla yang menyebut memiliki peran kunci dalam menjadikan dirinya sebagai presiden. 
CUMA ORANG KAMPUNG - Presiden ke-7 RI Jokowi saat ditemui di kediamannya, Sumber, Banjarsari, Solo, Senin (20/4/2026). Jokowi menanggapi pernyataan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla yang menyebut memiliki peran kunci dalam menjadikan dirinya sebagai presiden.  (TribunSolo.com/Ahmad Syarifudin)

Singgung Lobi-lobi ke Megawati

Jusuf Kalla pun menegaskan bahwa dialah yang berperan penting dalam menjadikan Jokowi presiden.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved