Pernah Garap Dua Bandara Besar, PT Utomodeck Metal Works Kini Punya Pabrik Baru di Karanganyar

Pabrik yang berkantor pusat di Surabaya, Jawa Timur ini pernah terlibat dalam sejumlah proyek strategis nasional dan internasional.

Penulis: Efrem Limsan Siregar | Editor: Hanang Yuwono
TRIBUNSOLO.COM/EFREM SIREGAR
Pabrik baru PT Utomodeck Metal Works di Kecamatan Jaten, Karanganyar, Jawa Tengah, Jumat (10/8/2018). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Efrem Siregar

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - PT Utomodeck Metal Works membangun pabrik baru di Jl Kyai Mojo, RT 01/RW 01, Kelurahan Dagen, Kecamatan Jaten, Karanganyar, Jawa Tengah, Jumat (10/8/2018)

Untuk diketahui, PT Utomodeck Metal Works merupakan produsen atap baja ringan di Indonesia.

Pabrik yang berkantor pusat di Surabaya, Jawa Timur ini pernah terlibat dalam sejumlah proyek strategis nasional dan internasional.

Beberapa proyek itu di antaranya pembangunan terminal 2 Bandara Juanda, Surabaya; stasiun MRT, Jakarta; Automated People Mover System (APMS) Bandara Soekarno Hatta, Banten dan Bandara Adi Sumarmo, Solo.

Pesawat Dimonim Air Jatuh di Gunung Menuk, Seorang Anak Selamat dan 8 Penumpang Lainnya Meninggal

PT Utomodeck Metal Works juga terlibat dalam proyek revitalisasi bekas pabrik gula De Tjolomadoe, Karanganyar,

"Dengan adanya pabrik di wilayah Solo ini, PT Utomodeck Metal Works ingin lebih dekat kepada pelanggan agar dapat menjawab kebutuhan pembangunan pelanggan di wilayah Solo dengan lebih cepat," kata Public Relation Officer PT Utomodeck Metal Works, Rifa AZ Widayati dalam keterangan resmi yang diterima TribunSolo.com.

Lebih lanjut, Rifa mengatakan pabrik baru ini akan mengoperasikan mesin yang menggunakan teknologi overlap anti bocor dan nok crimping anti tampias.

Dengan begitu, kapasitas produksi diperkirakan akan mencapai 200.000 meter per bulan.

Meski Edaran Sebut 5 Hari, Bupati Juliyatmono Persilakan Warga Kibarkan Merah Putih Selama Sebulan

Tidak hanya itu, PT Utomodeck Metal Works akan menggunakan system mobile factory dalam proses produksi sampai pendistribusian barang.

Ini merupakan terobosan untuk mengganti cara pengangkutan konvensional, yaitu pengangkutan atap dari pabrik ke distributor menggunakan truk.

Menurut Rifa, pengangkutan manual tersebut bisa beresiko pada kerusakan atap, misalnya penyok atau menekuk.

Kerusakan atap juga bisa terjadi jika proses pemasangan dilakukan secara yang mengakibatkan adanya biaya tambahan.

Sekjen PDI-P Sebut Jusuf Kalla Akan Masuk Tim Pemenangan Jokowi-Maruf Amin

"Untuk proses produksi atap, kita akan mengerjakannya di lokasi proyek serta langsung memasangnya pada bangunan yang sedang dikerjakan."

"Jadi, kita dapat memproduksi atap tanpa sambungan sekaligus," katanya.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved