Teror Pocong

Teror Pocong Mulai Ada di Sekitar Solo, Polisi Minta Warga Jangan Panik dan Segera Hubungi Petugas

Polresta Surakarta meminta warga tetap waspada terhadap kemungkinan adanya modus kejahatan yang memanfaatkan ketakutan masyarakat.

Tayang:
TribunSolo.com/Istimewa
DIAMANKAN POLISI - Tiga pelajar yang diamankan polisi di Sragen, Kamis (28/5/2026) dini hari. Ketiganya diamankan karena membuat resah dengan membuat konten horor secara langsung di akun TikTok dengan menjadi pocong jadi-jadian. 
Ringkasan Berita:
  • Polresta Surakarta mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah percaya dengan isu teror pocong yang belakangan viral di media sosial.
  • Polisi mengingatkan bahwa sosok pocong bisa menjadi modus kejahatan untuk menakut-nakuti korban, terutama di lokasi sepi dan minim penerangan, sebelum merampas barang berharga.
  • Warga diminta waspada, tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta segera melapor ke Call Center 110 jika menemukan hal mencurigakan.

 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Andreas Chris Febrianto

TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Sejumlah wilayah di sekitar Kota Solo belakangan dihebohkan dengan kemunculan sosok pocong yang viral di media sosial.

Menanggapi fenomena tersebut, Polresta Surakarta mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas kebenarannya.

Meski hingga kini belum menerima laporan resmi terkait teror pocong, Polresta Surakarta meminta warga tetap waspada terhadap kemungkinan adanya modus kejahatan yang memanfaatkan ketakutan masyarakat.

Baca juga: Teror Pocong Jadi-jadian Saat Isya di Karanganyar, Warga Kebakkramat Resah

Kapolresta Surakarta Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo melalui Kasi Humas Polresta Surakarta AKP Lingga Ramadhani menjelaskan bahwa masyarakat perlu memahami adanya modus kriminal yang dilakukan dengan cara menakut-nakuti korban.

"Jangan mudah percaya. Modus seperti ini bisa membuat masyarakat takut lalu menjadi korban kejahatan," ujar Lingga, Sabtu (30/5/2026).

Menurutnya, pelaku kerap mengenakan pakaian menyerupai pocong untuk menakuti korban, terutama di lokasi yang sepi dan minim penerangan.

Setelah korban panik dan ketakutan, pelaku kemudian memanfaatkan situasi untuk mengancam atau memaksa korban menyerahkan barang berharganya.

"Biasanya pelaku menyasar korban yang sendirian di tempat gelap atau sepi. Setelah korban takut, pelaku mengambil kesempatan untuk merampas barang berharga lalu melarikan diri," jelasnya.

Lingga juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan setiap kejadian mencurigakan melalui layanan Call Center 110 yang aktif selama 24 jam.

Baca juga: Info Kuliner Ayam Goreng Populer dan Legendaris di Kota Solo, Rasanya Terkenal Enak dan Gurih!

Selain itu, warga diminta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

"Tetap tenang, waspada, dan segera hubungi polisi apabila menemukan hal yang mencurigakan,"

"Bersama-sama kita jaga situasi kamtibmas Kota Surakarta tetap aman dan kondusif," pungkasnya.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved