Selamat Hari Pramuka 14 Agustus 2018! Mari Mengenal Sosok H Mutahar, Pencipta Lagu 'Hymne Pramuka'

Bicara tentang pramuka, tentu tidak asing dengan hymne pramuka bukan? Lalu siapa dan bagaimana sosok pencipta hymne pramuka?

Tayang:
Penulis: rika apriyanti | Editor: Hanang Yuwono

Ia menjadi duta besar di negara Katolik tersebut mulai dari tahun 1969 hingga tahun 1973.

H. Mutahar diketahui telah menguasai setidaknya 6 bahasa secara aktif.

Jabatan terakhirnya adalah sebagai Penjabat Sekretaris Jenderal Departemen Luar Negeri pada tahun 1974.

56 Daftar Produk Kosmetik Berbahaya Hasil Rilis BPOM Mulai 2009 hingga 2018, Adakah yang Kamu Pakai?

2. Pencetus Paskibraka

Pasukan Pengibar Bendera Pusaka atau Paskibraka juga merupakan buah pikiran dari H. Mutahar.

Saat menjabat sebagai ajudan Presiden, ia diberi tugas untuk menyusun upacara pengibaran bendera pada ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia yang pertama.

Menurut pemikirannya, pengibaran bendera sebaiknya dilakukan para pemuda yang mewakili daerah-daerah di Indonesia.

Ia lalu memilih lima pemuda yang berdomisili di Yogyakarta (tiga laki-laki dan dua perempuan) sebagai wakil daerah mereka.

Pada tahun 1967, sebagai direktur jenderal urusan pemuda dan Pramuka, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Mutahar diminta Presiden Soeharto untuk menyusun tata cara pengibaran Bendera Pusaka.

Tata cara pengibaran Bendera Pusaka disusunnya untuk dikibarkan oleh satu pasukan yang dibagi menjadi tiga kelompok.

Kelompok 17 sebagai pengiring atau pemandu; kelompok 8 sebagai kelompok inti pembawa bendera; kelompok 45 sebagai pengawal.

Pembagian menjadi tiga kelompok tersebut merupakan simbol dari tanggal Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

Jelang Pileg dan Pilpres 2019, Bawaslu Kota Solo Waspadai Kampanye Liar

3. Pencipta Lagu

Selain menjabat sebagai pegawai pemerintahan, H. Mutahar juga merupakan seorang komponis.

Ia merupakan spesialis pencipta lagu kebangsaan dan anak-anak.

Lagu ciptaannya yang populer adalah Hymne Syukur (diperkenalkan Januari 1945) dan Mars Hari Merdeka (1946).

Karya terakhirnya, Dirgahayu Indonesiaku, menjadi lagu resmi ulang tahun ke-50 Kemerdekaan Indonesia.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved