Kembangkan Kasus Dugaan Judi Online di 2 Warnet di Solo, Tim Polda Jateng Buru Bandar

Langkah selanjutnya, polisi akan memburu bandar judi online pascaditangkapnya lima pekerja warnet yang sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Tayang:
TRIBUNSOLO.COM/CHRYSHNA PRADIPHA
Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono, usai mengalungkan untaian bunga kepada atlet Asian Games asal Jawa Tengah dalam peringatan Haornas di Lapangan Kottabarat, Solo, Minggu (9/9/2018) pagi. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Chrysnha Pradipha

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Polda Jateng terus mengembangkan penyelidikan setelah mengungkap kasus dugaan perjudian online yang bersumber di dua warung internet (Warnet) di Solo.

Langkah selanjutnya, polisi akan memburu bandar judi online pascaditangkapnya lima pekerja warnet yang sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Diberitakan sebelumnya, Polda Jateng melalui tim Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus)  menggerebek warnet Cyber Internet Cafe di Jl Juanda dan Jl Abdul Muis, Solo,  Jumat (31/8/2018) lalu.

Dari hasil penggeledahan, polisi menemukan alat server khusus untuk membobol situs yang diduga bermuatan judi online beromzet Rp 1 miliar per bulan.

Penggerebekan Dugaan Aksi Judi Online di Warnet Solo, Ini Penuturan Sejumlah Warga Sekitar

Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono,  saat ditemui usai acara peringatan Hari Olah Raga Nasional (Haornas) 2018 di Lapangan Kottabarat, Solo, Minggu (9/9/2018) pagi, mengatakan, pengembangan penyelidikan masih terus dilakukan. 

Kata dia, penelusuran tim siber terhadap praktek judi online juga akan terus dilakukan untuk membongkar warnet lainnya. 

"Yang di Solo kami berhasil mengamankan lima tersangka di dua lokasi, tapi ini kami kembangkan lagi untuk wilayah Jateng," jelasnya.

Condro mengungkapkan, jajarannyajuga tengah memburu bandar judi online selain membidik warnet berkedok judi online.

Sebelum Bus Masuk Jurang di Sukabumi, Warga Sebut Banyak Pengendara yang Mengalami Rem Blong

Pasalnya, kata Condro, praktek judi online dari Solo memiliki jaringan besar.

Yakni di Jakarta dan Filipina.

Informasi itu ia dapatkan melalui proses penyidikan pascapenggerebekan.

"Kami ingin memburu bandarnya, jaringannya ini terkoneksi dengan Jakarta namun servernya di Filipina, jadi masih kami buru," pungkas Condro. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved