PHK Massal di Sragen
Pabrik Boneka di Sragen PHK 1.650 Karyawan, Kenaikan Dolar Disebut Ikut Andil Penyebab
PT CWII Sragen PHK 800 buruh secara bertahap akibat penurunan order dan lesunya bisnis global.
Penulis: Mardon Widiyanto | Editor: Putradi Pamungkas
Ringkasan Berita:
- PT Combine Will Industrial Indonesia (CWII) Sragen melakukan PHK sekitar 800 buruh secara bertahap hingga akhir Mei 2026.
- Penurunan order, kondisi bisnis lesu, dan dampak geopolitik global menjadi penyebab utama PHK di pabrik boneka tersebut.
- PT CWII memastikan hak karyawan dipenuhi dan berencana membuka rekrutmen kembali pada kuartal IV 2026 dengan memprioritaskan eks pekerja terdampak PHK.
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto
TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) kembali terjadi di Kabupaten Sragen.
Kali ini, perusahaan boneka PT Combine Will Industrial Indonesia (CWII) melakukan pengurangan tenaga kerja hingga sekitar 800 buruh secara bertahap sampai akhir Mei 2026.
Manajer Legal dan Humas PT CWII, Vonnie Tantony, mengatakan kondisi bisnis yang belum membaik menjadi faktor utama perusahaan melakukan PHK terhadap para pekerja.
Ia menjelaskan, kenaikan nilai tukar dolar terhadap rupiah memang ikut memengaruhi kondisi perusahaan.
Namun, faktor tersebut bukan penyebab utama terjadinya PHK.
"Untuk dollar itu salah satu faktor kecilnya, tetapi bukan faktor utama," kata Vonnie, Rabu (20/5/2026).
Penurunan Order Jadi Penyebab Utama PHK
Vonnie mengungkapkan, perusahaan yang berdiri sejak 2017 itu sedang menghadapi tantangan berat akibat kondisi geopolitik global.
Dampaknya, harga bahan baku mengalami kenaikan dan jumlah pesanan dari pelanggan menurun signifikan hingga akhir tahun 2026.
Selain faktor global, perusahaan juga menghadapi kondisi musiman yang biasa terjadi setiap tahun.
"Selain itu, faktor musiman yang biasa terjadi setiap tahun, perusahaan juga menghadapi tantangan penurunan order yang cukup signifikan pada tahun ini, menjadi faktor utama," ucapnya.
Menurut dia, situasi tersebut membuat perusahaan harus mengambil langkah efisiensi demi menjaga keberlangsungan usaha dan stabilitas operasional dalam jangka panjang.
Baca juga: 800 Buruh Pabrik Boneka Sragen Kehilangan Pekerjaan, Manajemen : Bukan PHK, Tapi Kontrak Berakhir
PHK Dilakukan Bertahap hingga Akhir Mei 2026
Vonnie memastikan proses pengurangan tenaga kerja dilakukan secara bertahap mulai hari ini hingga akhir Mei 2026.
"Kami melakukan pengurangan sekira 800 dengan proses yang dilakukan secara bertahap mulai hari ini hingga akhir Mei 2026," katanya.
Meski melakukan PHK, pihak perusahaan mengaku tetap berkomitmen memenuhi seluruh hak karyawan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
| Alasan Kontrak 800 Buruh Pabrik Boneka Sragen Tak Diperpanjang : Kondisi Bisnis Belum Membaik |
|
|---|
| 800 Buruh Pabrik Boneka Sragen Kehilangan Pekerjaan, Manajemen : Bukan PHK, Tapi Kontrak Berakhir |
|
|---|
| Kasus PHK 849 Karyawan Pabrik Boneka Sragen Berlanjut, Kini Kontrak 800 Buruh Lain Tak Diperpanjang |
|
|---|
| DPRD Sragen Soroti Tes Kesehatan Minim Busana di Pabrik Boneka, Dinilai Tak Etis! |
|
|---|
| Alasan di Balik Manajemen Pabrik Boneka Sragen Tes Kesehatan Pelamar Hanya Pakai Pakaian Dalam |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Pertemuan-Komisi-IV-DPRD-Sragen-Manajemen-PT-Combine-Will-Industrial-Indonesia-3.jpg)