PHK Massal di Sragen

Pabrik Boneka di Sragen PHK 1.650 Karyawan, Kenaikan Dolar Disebut Ikut Andil Penyebab

PT CWII Sragen PHK 800 buruh secara bertahap akibat penurunan order dan lesunya bisnis global.

Tayang:
Penulis: Mardon Widiyanto | Editor: Putradi Pamungkas
TribunSolo.com/Mardon Widiyanto
KASUS PHK - Pertemuan Komisi IV DPRD Sragen, Manajemen PT Combine Will Industrial Indonesia (CWII) di kantor DPRD Sragen, Senin (4/5/2026). Kasus Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) ratusan buruh di perusahaan tersebut menuai sorotan. 

Ringkasan Berita:
  • PT Combine Will Industrial Indonesia (CWII) Sragen melakukan PHK sekitar 800 buruh secara bertahap hingga akhir Mei 2026.
  • Penurunan order, kondisi bisnis lesu, dan dampak geopolitik global menjadi penyebab utama PHK di pabrik boneka tersebut.
  • PT CWII memastikan hak karyawan dipenuhi dan berencana membuka rekrutmen kembali pada kuartal IV 2026 dengan memprioritaskan eks pekerja terdampak PHK.

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) kembali terjadi di Kabupaten Sragen.

Kali ini, perusahaan boneka PT Combine Will Industrial Indonesia (CWII) melakukan pengurangan tenaga kerja hingga sekitar 800 buruh secara bertahap sampai akhir Mei 2026.

Manajer Legal dan Humas PT CWII, Vonnie Tantony, mengatakan kondisi bisnis yang belum membaik menjadi faktor utama perusahaan melakukan PHK terhadap para pekerja.

Ia menjelaskan, kenaikan nilai tukar dolar terhadap rupiah memang ikut memengaruhi kondisi perusahaan.

Namun, faktor tersebut bukan penyebab utama terjadinya PHK.

"Untuk dollar itu salah satu faktor kecilnya, tetapi bukan faktor utama," kata Vonnie, Rabu (20/5/2026).

KASUS PHK - Pertemuan Komisi IV DPRD Sragen, Manajemen PT Combine Will Industrial Indonesia (CWII) di kantor DPRD Sragen, Senin (4/5/2026). Kasus Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) ratusan buruh di perusahaan tersebut menuai sorotan.
KASUS PHK - Pertemuan Komisi IV DPRD Sragen, Manajemen PT Combine Will Industrial Indonesia (CWII) di kantor DPRD Sragen, Senin (4/5/2026). Kasus Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) ratusan buruh di perusahaan tersebut menuai sorotan. (TribunSolo.com/Mardon Widiyanto)

Penurunan Order Jadi Penyebab Utama PHK

Vonnie mengungkapkan, perusahaan yang berdiri sejak 2017 itu sedang menghadapi tantangan berat akibat kondisi geopolitik global.

Dampaknya, harga bahan baku mengalami kenaikan dan jumlah pesanan dari pelanggan menurun signifikan hingga akhir tahun 2026.

Selain faktor global, perusahaan juga menghadapi kondisi musiman yang biasa terjadi setiap tahun.

"Selain itu, faktor musiman yang biasa terjadi setiap tahun, perusahaan juga menghadapi tantangan penurunan order yang cukup signifikan pada tahun ini, menjadi faktor utama," ucapnya.

Menurut dia, situasi tersebut membuat perusahaan harus mengambil langkah efisiensi demi menjaga keberlangsungan usaha dan stabilitas operasional dalam jangka panjang.

Baca juga: 800 Buruh Pabrik Boneka Sragen Kehilangan Pekerjaan, Manajemen : Bukan PHK, Tapi Kontrak Berakhir

PHK Dilakukan Bertahap hingga Akhir Mei 2026

Vonnie memastikan proses pengurangan tenaga kerja dilakukan secara bertahap mulai hari ini hingga akhir Mei 2026.

"Kami melakukan pengurangan sekira 800 dengan proses yang dilakukan secara bertahap mulai hari ini hingga akhir Mei 2026," katanya.

Meski melakukan PHK, pihak perusahaan mengaku tetap berkomitmen memenuhi seluruh hak karyawan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved