Bus Masuk Jurang di Sukabumi
Bus Masuk Jurang Tewaskan 21 Orang di Sukabumi, Saksi Mata: Bus itu Saya Lihat seperti Terbang
Dugaan sementara, kecelakaan disebabkan pengemudi tidak dapat mengendalikan laju kendaraan.
Hingga Minggu (9/9/2018) dini hari, semua korban dirujuk ke RS PMI Bogor dan sejumlah rumah sakit lainnya di wilayah Bogor dan Jakarta atas permintaan pihak keluarga korban.
Begitu juga dengan 21 jenazah sudah dibawa pihak keluarga.
Selain di RSUD Palabuhanratu, tiga korban kecelakaan bus masuk jurang di Cikidang tersebut dirawat di RSUD Sekarwangi, Kecamatan Cibadak.
Informasi terakhir, ketiga korban di RSUD Sekarwangi dirujuk ke Bogor.
Hingga Sabtu malam, polisi masih menyelidiki laporan adanya seorang penumpang yang turun dari mikrobus dalam keadaan luka menuju perkampungan.
Saat akan ditolong, orang yang bersangkutan menolak untuk ditolong warga dan terus menghilang.
"Yang bersangkutan sudah diamankan."
"Ditemukan atas kerja sama masyarakat di Sungai Citarik dengan kondisinya keadaan luka pada anggota tubuhnya," kata Kapolres Sukabumi AKBP Nasriadi kepada wartawan, Minggu (9/9/2018).
"Hasil interogasi mengaku bernama MA sebagai kernet dan pengemudi bus saat kecelakaan," pungkasnya.
• Fakta Seputar Kecelakaan Bus di Jalur Esktrem Cikadang, Sukabumi, yang Tewaskan Puluhan Orang
Sebelumnya, kecelakaan bus juga terjadi di Sukabumi, tepatnya pada Jumat (7/9/2018) sekitar pukul 23.00 WIB.
Saat itu, sebuah mikrobus milik Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) yang mengangkut 18 guru SD dari Jakarta terperosok jurang kedalaman sekitar 50 meter di Tanjakan Cisarakan, Desa Buniwangi, Kecamatan Palabuhanratu. (Kompas.com/Kontributor Sukabumi, Budiyanto)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Cerita Lengkap Bus Masuk Jurang di Sukabumi yang Tewaskan 21 Orang"