FKPT Jateng Gelar Seminar Bahaya Terosime untuk Mahasiswa
Forum Komunikasi Penanggulangan Terorisme (FKPT) Jateng menggelar seminar pencegahan bahaya terosime.
Penulis: Facundo Crysnha Pradipha | Editor: Daryono
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Chrysnha Pradipha
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Forum Komunikasi Penanggulangan Terorisme (FKPT) Jateng menggelar seminar pencegahan bahaya terosime.
Acara diikuti puluhan mahasiswa di Solo itu diadakan di Lorin Hotel Solo, pada Senin (10/9/2018) siang.
Hadir dalam acara adalah Kasi Partisipasi Masyarakat BNPT, Letkol Laut Setyo Pranowo; Ketua FKPT Jateng, Budiyanto; Sekretaris Kesbangpol Pemprov Jateng, Drs Suwondo; Anggota Dewan Pers, Antonius Jimmy Silalahi, dan Ketua PWI Surakarta, Anas Sahirul.
Memberikan sambutan, Budiyanto mengatakan, kegiatan digelar FKPT untuk mencegah bahaya terorisme.
"Bentuk koordinasi FKPT Jateng sebagai bentukan BNPT ini adalah dengan cara seperti ini, termauk mengkoordinasikan dengan berbagai elemen masyarakat seperti mahasiswa, tokoh agama,btokoh adat hingga tingkat kelurahan, RT dan RW," jelasnya.
• Menteri PPPA Yohana Yembise Targetkan Tahun 2030 Indonesia Layak Anak
Dalam acara itu, tema yang diangkat adalah Literasi Sebagai Upaya Pencegahan Radikalisme dan Terorisme di Masyarakat.
Yakni dengan topik "Saring Sebelum Sharing".
"Maka kami ingin mengajak kemajuan teknologi berupa perkembangan media sosial ini agar menjadi perhatian bersama termasuk adik-adik mahasiswa sebagai generasi Z, terlahir dengan gadget dan telepon genggam," paparnya.
Ia menjelaskan, kemajuan teknologi seperti media sosial juga menjadi lahan aksi terorisme dan radikalisme dengan menyebar fitnah dan membuat kebohongan di tengah masyarakat.
Untuk itu, dia mengajak agar para mahasiswa paham dan ikut mencegah menanggulangi bahaya terosisme dan radikalisme dimulai dari pribadi.
Lalu menghadirkan narasumber yang ahli di bidangnya untuk memberikan informasi terkait pencegahan terorime dengan literasi.
• Pit-Pitan Haornas 2018 di Solo Sumbang Rp 39 Juta untuk Lombok
Pertama dari BNPT, mengantarkan tentang bentuk pencegahan terorisme yang sudah dilakukan bekerjasama dengan kementerian dan lembaga.
Lalu, Suwondo, menyampaikan agar koordinasi selalu terselenggara baik antarinstansi dan lembaga lanyaran Jawa Tengah merupakan satu dari 12 provinsi yang disinyalir terdapat muatan radikalisme dan terorisme.
Oleh Anas sebagai Ketua PWI Surakarta, menyampaikan tentang bahaya media sosial terhadap radikalisme dan terorisme.
Terakhir, penjelasan soal perbedaan antara informasi melalui media sosial dengan berita melalui insan pers. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/ketua-fkpt-jateng-budiyanto_20180910_131353.jpg)