Perebutan Tahta Keraton Solo

Polemik Grebeg Besar Keraton Solo, Dua Kubu Kasunanan Gelar Upacara di Tanggal Berbeda

Polemik Grebeg Besar Keraton Solo, dua kubu Kasunanan Surakarta gelar upacara adat berbeda tanggal.

Tayang:
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Putradi Pamungkas
TribunSolo.com/Ahmad Syarifudin
GELAR GREBEG - Rapat Grebeg Besar Pakubuwono XIV Purbaya di Talang Paten, Selasa (19/5/2025). Dua kubu Keraton Kasunanan Surakarta akan mengadakan Grebeg Besar di hari berbeda. 

Ringkasan Berita:

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Polemik Grebeg Besar Keraton Solo kembali mencuat setelah dua kubu di lingkungan Keraton Kasunanan Surakarta memutuskan menggelar upacara adat pada tanggal berbeda.

Kubu Pakubuwono XIV Purbaya akan mengadakan Grebeg Besar pada 27 Mei 2026, sedangkan kubu KGPHPA Tedjowulan bersama Lembaga Dewan Adat (LDA) menggelarnya sehari setelahnya, yakni 28 Mei 2026.

Perbedaan jadwal tersebut memunculkan respons dari Pengageng Sasana Wilapa PB XIV Purbaya, GKRP Timoer Rumbay Kusuma Dewayani.

Ia mempertanyakan dasar pelaksanaan grebeg yang dilakukan pihak KGPHPA Tedjowulan.

GKRP Timoer Pertanyakan Dasar Grebeg Kubu Tedjowulan

Menurut GKRP Timoer, tradisi Grebeg Besar merupakan agenda resmi keraton yang hanya dapat dilaksanakan berdasarkan perintah raja atau dawuh dalem.

“Acara grebeg, gunungan, suro adalah acara keraton yang itu adalah perintah raja dawuh dalem. Dawuh dalem itu dari raja. Makanya saya bingung Gusti Tedjo bikin itu terus rajanya siapa. Kan Gusti Tedjo bukan raja,” ungkapnya saat ditemui di Talang Paten, Selasa (19/5/2026).

Ia juga menanggapi ajakan KGPHPA Tedjowulan agar Grebeg Besar hanya digelar satu kali demi menjaga kerukunan internal keraton.

“Loh ya bagus. Silakan. Gabunglah bersama kita. Kita kan ada rajanya,” ungkapnya.

POLEMIK GREBEG - Pengageng Sasana Wilapa PB XIV Purboyo GKRP Timoer Rumbay Kusuma Dewayani saat ditemui beberapa waktu lalu. Dua kubu Keraton Kasunanan Surakarta akan mengadakan Grebeg Besar di hari berbeda.
POLEMIK GREBEG - Pengageng Sasana Wilapa PB XIV Purboyo GKRP Timoer Rumbay Kusuma Dewayani saat ditemui beberapa waktu lalu. Dua kubu Keraton Kasunanan Surakarta akan mengadakan Grebeg Besar di hari berbeda. (TribunSolo.com/Ahmad Syarifudin)

Jabatan Pelaksana Dinilai Tak Berkaitan dengan Suksesi Raja

GKRP Timoer menegaskan, posisi KGPHPA Tedjowulan sebagai pelaksana revitalisasi dan pelestarian budaya tidak berkaitan dengan persoalan suksesi tahta Keraton Kasunanan Surakarta.

Menurutnya, surat keputusan atau SK yang diterima KGPHPA Tedjowulan tidak dapat diartikan sebagai legitimasi pergantian raja.

“Kalau masalah beliau mendapatkan SK untuk revitalisasi pelestarian budaya. Tidak menyinggung masalah suksesi. Bahkan menterinya bicara juga SK itu tidak menyentuh suksesi,” jelas Gusti Timoer.

Baca juga: Geger Lagi Drama Gembok Keraton Solo, LDA : Kunci Tak Bisa Diberikan Sembarangan

Kubu Tedjowulan Tetap Gelar Grebeg 28 Mei 2026

Sebelumnya, melalui keterangan tertulis, juru bicara KGPHPA Tedjowulan, Pakoenegoro, menyampaikan bahwa pihaknya tetap akan menggelar Grebeg Besar pada 28 Mei 2026.

Menurutnya, pelaksanaan grebeg dilakukan sehari setelah Hari Raya Idul Adha.

"Prinsipnya, misalkan Idul Adha ditetapkan pada 27 Mei 2026, maka Gerebeg Besar akan diadakan hari berikutnya atau hari kedua Idul Adha," jelasnya.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved