Anggota Satpol PP Solo Tewas Diduga Dianiaya, Keluarga Ikhlas dan Tak Ingin Lapor Polisi
Kasus kematian Kasi Pembinaan dan Penyuluhan Bidang Penegakan Perundang-undangan Daerah Satpol PP Kota Solo, Jaka Setiana(51, dianggap wajar keluarga
Penulis: Facundo Crysnha Pradipha | Editor: Daryono
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Chrysnha Pradipha
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Kasus kematian Kasi Pembinaan dan Penyuluhan Bidang Penegakan Perundang-undangan Daerah Satpol PP Kota Solo, Jaka Setiana (51), dianggap wajar keluarga.
Keluarga merasa sudah ikhlas dan tidak ingin menindak lanjuti kasus kepada kepolisian.
Kabid Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Satpol PP Kota Solo, Agus Siswantoro, mengungkap, keluarga tak berkenan jika polisi melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kematian korban.
• BREAKING NEWS: Diduga Jadi Korban Penganiayaan, Anggota Satpol PP Solo Ditemukan Tewas
"Tapi keluarga sudah dibawa ke Mapolresta tadi, dan membuat surat pernyataan bermaterai agar nanti jika ada hal-hal yang tak diinginkan maka bisa dipertanggungjawabkan," tegasnya.
Demikian juga dinyatakan oleh anak korban, Adilla Scarlleta (15), mengaku telah ikhlas dan tak ingin melanjutkan kasus kepada kepolisian.
"Kami sekeluarga ikhlas, tidak melapor ke polisi, doanya saja semoga bapak tenang di Sisi Tuhan," terangnya sebelum upacara pemakaman ayahnya dimulai.
Seperti diberitakan, Jaka ditemukan meninggal dunia oleh istrinya, Siti Munawaroh pada Kamis pukul 02.00 WIB.
Jaka diketahui tergeletak tak bernyawa di teras kamarnya yang berada di lantai 2 itu.
• Dituding Jadi Orang Ketiga di Hubungan Clairine Clay dan Mantannya, Begini Jawaban Joshua Suherman
Lalu Munawaroh memanggil kakak kandungnya, Suyamto yang berada di lantai satu untuk kemudian membaringkan tubuh Jaka ke tempat tidur.
Informasinya, keluarga mengaku bertemu teraahir kalinya dengan korban pada Rabu (12/09/2018) pada pukul 03.30 WIB.
Kata Adilla, ayahnya itu ditemukan tak bernyawa dengan luka di kepala, tangan, perut hingga kaki.
Bahkan, juga terlihat bekas luka dan darah akibat benturan dengan benda keras seperti dianiaya.
• Tanoto Foundation Kenalkan Metode Mikir untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan
"Bapak pulang langsung tidur di lantai dua, Kamis pukul 02.00 WIB dibangunkan ibu buat solat tahajud tapi ternyata bapak sudah tergeletak di teras depan kamar," paparnya.
Adapun jenazah diberangkatkan dari rumah duka di Kampung Minapadi, Nusukan, Banjarsari, Solo pukul 13.00 WIB dan dimakankan di TPU Bonoloyo.
Jaka meninggalkan seorang istri dan anak bernama M Yusuf Kamil Ash Shiddiqi dan Ardilla Scarlleta. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/satpol-pp_20180913_123632.jpg)